SAJAK.ID – Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Kukar meluncurkan program edukasi “Dialog Wisata” yang bertujuan untuk memperkenalkan dan mengintegrasikan budaya lokal dalam industri pariwisata.
Hal ini karena pelestarian budaya lokal dinilai menjadi prioritas utama dalam pengembangan sektor pariwisata di Kabupaten Kukar.
Program ini mengajak generasi muda, khususnya pelajar SMA dan SMK, untuk lebih memahami pentingnya budaya daerah dan peranannya dalam menarik wisatawan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Promosi dan Pemasaran Dispar Kukar, Awang Ahmad Ivan, menegaskan bahwa budaya lokal memiliki potensi besar dalam pengembangan pariwisata.
“Budaya lokal bukan hanya warisan, tetapi juga elemen yang dapat mendorong pertumbuhan sektor pariwisata. Melestarikannya adalah bagian penting dari memperkenalkan Kutai Kartanegara ke dunia luar,” ungkap Ivan pada Jumat (11/04/2025).
Melalui Dialog Wisata, Dispar Kukar berupaya mengajak generasi muda untuk lebih mengenal dan mencintai kekayaan budaya daerah, seperti kesenian tradisional, kuliner khas, dan adat istiadat Kukar.
Program ini tidak hanya memberi wawasan sejarah dan tradisi, tetapi juga melatih para pelajar untuk berperan aktif dalam melestarikan budaya melalui kegiatan kreatif yang mendukung pariwisata.
Ivan menambahkan, generasi muda harus menjadi garda terdepan dalam pelestarian budaya. “Dengan memahami dan menghargai budaya lokal, mereka dapat ikut mempromosikan kekayaan budaya Kukar ke wisatawan, baik lokal maupun internasional,” katanya.
Kata dia, Dispar Kukar percaya bahwa sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan generasi muda dapat memperkuat sektor pariwisata dan menjaga kelestarian budaya lokal.
“Melalui berbagai event dan kegiatan, kami tidak hanya ingin menarik wisatawan, tetapi juga memperkuat kesadaran masyarakat akan pentingnya melestarikan budaya sebagai identitas daerah,” tutup Ivan. (Adv)
