SAJAK.ID – Dinas Pariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara (Dispar Kukar) terus berupaya mendorong pengembangan wisata berbasis desa melalui pembentukan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).
Namun, dari sekitar 60 Pokdarwis yang telah dibentuk di berbagai wilayah Kukar, hanya sekitar 30 yang masih aktif menjalankan fungsinya.
Plt Kepala Dispar Kukar, Arianto, mengungkapkan bahwa persoalan utama yang menyebabkan setengah dari Pokdarwis tersebut vakum adalah lemahnya komunikasi antara Pokdarwis dan pemerintah desa.
“Banyak Pokdarwis ingin mengelola potensi desanya, tapi pemerintah desa kurang responsif. Atau sebaliknya, desa ingin mengembangkan wisata, tapi tidak punya kelompok masyarakat yang mampu menjalankannya. Ini masih menjadi masalah besar,” jelasnya.
Menurut Arianto, Pokdarwis berperan penting sebagai ujung tombak dalam mengidentifikasi, mengelola, dan mempromosikan potensi wisata lokal. Maka dari itu, pihaknya selalu mendorong agar desa yang memiliki potensi wisata segera membentuk Pokdarwis sebagai mitra kerja dalam pembangunan sektor pariwisata.
“Kalau potensi sudah ada, langkah awal yang perlu dilakukan adalah membentuk Pokdarwis. Setelah itu, kami dari Dinas Pariwisata akan mendampingi, melatih, dan membekali dengan pengetahuan serta keterampilan yang dibutuhkan untuk mengelola potensi menjadi objek wisata yang menarik,” tegasnya.
Dispar Kukar juga saat ini tengah melakukan pemetaan untuk mengidentifikasi kembali Pokdarwis yang tidak aktif namun memiliki potensi besar. Pemetaan ini penting sebagai dasar penyusunan program revitalisasi dan pembinaan yang lebih terarah.
“Kita ingin semua desa yang punya potensi wisata bisa tumbuh menjadi destinasi unggulan, bukan hanya sebatas punya tempat indah tapi juga dikelola dengan baik, berkelanjutan, dan memberi dampak ekonomi ke masyarakat,” tutur Arianto.
Contoh keberhasilan kolaborasi ini dapat dilihat di Desa Pela dan Semayang yang kini mulai dikenal luas sebagai desa wisata.
Arianto menyebut, keberhasilan desa-desa tersebut merupakan hasil dari komunikasi yang baik antara Pokdarwis, pemerintah desa, dan pembinaan berkelanjutan dari Dispar Kukar. (Adv)
