SAJAK.ID — Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dinilai sebagai pilar penting dalam pengembangan pariwisata berbasis desa. Namun, di era digital saat ini, kemampuan mengelola destinasi saja tidak cukup. Dinas Pariwisata Kutai Kartanegara (Dispar Kukar) mendorong Pokdarwis agar melek teknologi dan aktif menggunakan media sosial sebagai alat promosi utama.
Plt Kepala Dispar Kukar, Arianto, menegaskan bahwa keterampilan digital adalah hal mutlak bagi pengurus Pokdarwis yang ingin memajukan desanya sebagai destinasi wisata.
“Kalau Pokdarwis hanya bisa mengelola tanpa tahu cara promosi di media sosial, itu belum cukup. Mereka juga harus bisa memasarkan potensi desanya secara digital,” ujarnya.
Dispar Kukar pun menyiapkan skema pelatihan terpadu melalui tiga bidang utama: bidang destinasi, bidang pemasaran, dan bidang sumber daya manusia (SDM). Setiap bidang memiliki peran khusus dalam membina dan memperkuat kapasitas Pokdarwis.
“Bidang destinasi mengajarkan cara mengelola potensi wisata. Bidang pemasaran membekali mereka dengan keterampilan promosi dan iklan, termasuk sosial media. Sementara bidang SDM bertugas untuk melatih keterampilan pengurus Pokdarwis agar profesional,” jelas Arianto.
Selain itu, Pokdarwis yang melibatkan pelaku usaha lokal juga akan mendapat dukungan dari bidang ekonomi kreatif (ekraf). Bidang ini bertugas membina pelaku UMKM agar mampu menghasilkan produk bernilai jual tinggi yang bisa mendukung pengalaman wisata.
“UMKM dan ekraf juga harus berjalan seiring dengan pengembangan wisata. Makanya, semua pelaku di desa harus punya peran—tidak hanya mengelola tempat wisata, tapi juga menciptakan pengalaman menyeluruh bagi pengunjung,” terang Arianto.
Melalui strategi ini, Arianto berharap setiap Pokdarwis bisa berkembang menjadi unit yang tidak hanya aktif mengelola, tetapi juga inovatif dalam memasarkan dan menghidupkan ekonomi desa. (adv)
