SAJAK.ID – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menggelar kegiatan lomba gerak jalan dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2025.
Kegiatan ini resmi dibuka oleh Plt. Sekretaris Disdikbud Kukar, Joko Sampurno pada Minggu (11/5/2025).
Gerak jalan ini menjadi salah satu rangkaian kegiatan Hardiknas yang diselenggarakan Disdikbud Kukar untuk menyemarakkan peringatan tahun ini. Kegiatan diikuti dengan antusias oleh berbagai peserta dari berbagai jenjang pendidikan dan instansi di lingkungan pendidikan.
“Gerak jalan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun 2025 yang sudah kami susun. Ini adalah kegiatan kedua setelah upacara pada 2 Mei lalu,”ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa upacara pada 2 Mei menjadi pembuka resmi peringatan Hardiknas 2025. Setelah itu, Disdikbud Kukar telah menyiapkan serangkaian lomba dan kegiatan untuk memeriahkan semangat pendidikan.
Kegiatan gerak jalan ini diikuti oleh peserta dari tingkat SD, SMP, SMA, SMK, serta sekolah setara lainnya. Tak hanya siswa, guru-guru dan Unit Pelaksana Teknis (UPT) di lingkungan Disdikbud Kukar juga turut ambil bagian.
Joko mengungkapkan bahwa setelah kegiatan gerak jalan, akan dilanjutkan dengan berbagai lomba lainnya. Beberapa di antaranya yaitu lomba Ranking 1, lomba Cerdas Tangkas, lomba NTK (Nalar, Talar, dan Kreativitas), hingga lomba kesenian.
“Semua kegiatan ini kami laksanakan untuk menggugah semangat para pelajar dan tenaga pendidik, serta menunjukkan bahwa pendidikan adalah pilar penting dalam membangun bangsa,” jelasnya.
Ia menyampaikan, gerak jalan sendiri telah menjadi kegiatan rutin dalam peringatan Hardiknas sejak dua tahun terakhir.
“Tahun 2024 sudah kita mulai, dan tahun ini kembali kami adakan. Semoga tahun depan kegiatan ini tetap berlanjut,” harapnya.
Menurutnya, gerak jalan bukan sekedar kegiatan fisik biasa, tetapi juga melatih kekompakan, kedisiplinan, dan daya tahan fisik para peserta. Aspek-aspek ini juga menjadi indikator utama dalam penilaian lomba.
“Kami nilai dari segi kekompakan barisan, kedisiplinan saat mengikuti rute, serta ketahanan fisik peserta,” ujar Joko.
Namun, ia juga menekankan bahwa peserta yang memiliki keterbatasan fisik tetap diberikan ruang untuk berpartisipasi, asalkan mengikuti jalur yang telah ditentukan dengan tertib dan aman.
“Partisipasi itu penting, jadi kami tetap menghargai semangat mereka yang berusaha ikut serta, meskipun secara fisik mungkin tidak sekuat peserta lainnya,”katanya.
Joko juga menegaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya soal lomba dan kompetisi, tetapi juga bagian dari proses pembelajaran nonformal bagi generasi muda tentang pentingnya pendidikan dan cinta tanah air.
“Gerak jalan ini bagian dari upaya kami menanamkan nilai-nilai keunggulan fisik dan rasa cinta terhadap tanah air, serta memperkuat pemahaman mereka tentang pentingnya pendidikan dalam kehidupan bermasyarakat,” pungkasnya.(Adv)
