SAJAK.ID — Aulia Rahman Basri dan Rendi Solihin resmi diumumkan sebagai Bupati dan Wakil Bupati Terpilih Kutai Kartanegara (Kukar) dalam Rapat Paripurna DPRD Kukar yang digelar sebagai tindak lanjut dari putusan Mahkamah Konstitusi terkait sengketa hasil Pemilihan Kepala Daerah, Rabu (14/5/2026).
Dalam sambutannya, Aulia menyebut momen ini sebagai catatan sejarah baru karena menjadi Pilkada pertama di Kukar yang melewati tahapan Pemungutan Suara Ulang (PSU).
“Kami menyebut ini sebagai momen bersejarah. PSU memang menyita energi dan pikiran, namun kami bangga menjadi bagian dari sejarah politik di daerah ini,” ujar Aulia dalam pidatonya.
Ia menegaskan bahwa Pilkada bukan sekadar ajang kontestasi, melainkan cerminan hak politik rakyat untuk memilih arah masa depan Kukar.
“Demokrasi mencerminkan keberagaman, keadilan, dan kompromi untuk kebaikan bersama,” ucapnya mengutip pernyataan mantan Presiden AS Bill Clinton.
Aulia menyerukan agar seluruh elemen masyarakat segera mengakhiri perbedaan pasca-Pilkada. Ia mengajak semua pihak untuk kembali bersatu membangun Kukar tanpa sekat, kubu, maupun permusuhan. “Sudah waktunya kita menatap Kukar tanpa stagnan dan tanpa kemunduran,” tegasnya.
Dalam sambutannya, Aulia juga memberi apresiasi kepada pemerintahan sebelumnya, khususnya kepemimpinan Edi Damansyah dan Rendi Solihin, yang disebutnya sebagai salah satu yang terbaik dengan tingkat kepuasan publik di atas 80 persen. “Gerak prestatif mereka menjadi tolak ukur dalam melanjutkan pembangunan,” katanya.
Ia juga mengungkapkan rasa hormat kepada Sultan Kutai Kartanegara dan meminta bimbingan untuk menjaga nilai-nilai budaya dan politik yang beradab. “Politik bisa keras, namun budaya menjaga kita tetap santun dan beradat,” ujarnya.
Tak lupa, Aulia menyampaikan permohonan maaf kepada orang tuanya yang banyak kehilangan waktu bersamanya selama masa Pilkada. Ia juga mengapresiasi dua pasangan calon lainnya atas kedewasaan dan adab dalam berpolitik.
Mengakhiri pidatonya, Aulia menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Kukar yang telah menjaga kondusivitas selama proses Pilkada.
“Isu perpecahan terbukti hanya kabar angin yang dipatahkan oleh sikap rakyat yang terdidik dan bermoral,” tutupnya. (su)
