SAJAK.ID — Dinas Pariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara (Dispar Kukar) berencana memperluas fokus pengembangan sektor wisata ke wilayah pesisir, khususnya pantai-pantai yang berpotensi menjadi destinasi unggulan.
Setelah sukses membina desa wisata di wilayah hulu seperti Desa Pela dan Danau Semayang, kini perhatian diarahkan ke wilayah pesisir seperti Desa Tanjung Limau.
Plt Kepala Dispar Kukar, Arianto, mengungkapkan bahwa pengembangan akan dilakukan dengan pendekatan serupa, yakni pembangunan homestay dan perbaikan akses menuju lokasi wisata.
“Kami akan mencoba mengembangkan wilayah pesisir, dan salah satu yang jadi perhatian adalah Tanjung Limau. Konsepnya seperti yang kami lakukan di Pela dan Semayang: membangun fasilitas dasar, homestay, dan membuka akses jalan,” ujar Arianto.
Menurut informasi yang diterima Dispar Kukar, wilayah pesisir Tanjung Limau saat ini belum memiliki nama destinasi resmi, namun lahan di kawasan tersebut telah dibebaskan dan menjadi aset Dinas Pariwisata. Bahkan, terjadi perluasan bibir pantai akibat perubahan alami, menjadikan kawasan itu semakin menarik dan luas.
“Saat ini memang belum dikelola langsung oleh Dinas Pariwisata. Namun karena belum digarap, kemungkinan dikelola oleh masyarakat. Hal ini akan kami evaluasi lebih lanjut,” jelas Arianto.
Rencana pengelolaan kawasan ini akan dibahas dalam rapat koordinasi evaluasi kinerja triwulan I Dispar Kukar. Arianto mengaku akan meninjau langsung lokasi tersebut sebelum menentukan langkah lanjutan.
“Minggu depan kami akan evaluasi kinerja triwulan pertama bersama para kabid dan pejabat fungsional. Salah satu agenda saya adalah membahas potensi Tanjung Limau dan semoga bisa kami tindak lanjuti di triwulan kedua,” katanya.
Pengembangan wilayah pesisir dinilai sebagai peluang besar untuk mengembangkan pariwisata inklusif yang tidak hanya berpusat di wilayah hulu.
Arianto menegaskan bahwa sinergi antar sektor sangat dibutuhkan agar destinasi-destinasi baru bisa memberi dampak nyata bagi masyarakat. (Adv)
