SAJAK.ID — Bupati Kutai Kartanegara, Aulia Rahman Basri, mengaku terus berkomitmen untuk menjadikan pendidikan dan pelatihan keterampilan sebagai prioritas pembangunan jangka panjang di tengah ketergantungan daerah terhadap sektor pertambangan.
Dalam sambutannya saat menghadiri peletakan batu pertama Kantor Desa Jembayan Tengah, Aulia menyampaikan kekhawatirannya terhadap masa depan Kukar pasca-industri tambang.
“Pertanyaan besarnya, apakah kesejahteraan masyarakat setelah tambang akan bertahan atau menurun. Karena itu, pendidikan adalah investasi jangka panjang,” tegasnya.
Ia mengungkapkan mimpi besar untuk menjadikan Loa Kulu sebagai pusat pendidikan unggulan, termasuk mendorong lahirnya sekolah boarding berkualitas melalui forum Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bersama perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Kukar.
Lebih lanjut, Aulia memaparkan Program “Kukar Siap Kerja” yang menyasar siswa kelas tiga SMA.
Kata dia, program ini akan mengidentifikasi minat siswa, apakah ingin kuliah atau langsung bekerja. Bagi yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi, Pemkab akan memfasilitasi beasiswa “Kukar Idaman Terbaik”.
Sementara bagi yang ingin bekerja, disiapkan pelatihan keterampilan seperti barbershop, mekanik, chef, hingga operator dan sopir.
“Kita tidak ingin anak muda menjadi pengangguran. Minimal mereka bisa membiayai dirinya sendiri tanpa membebani orang tua,” ujar Bupati Aulia.
Ia juga menyoroti pentingnya pelatihan bersertifikat agar masyarakat memiliki daya saing dan tidak hanya bergantung pada lowongan kerja dari perusahaan.
“Kita berharap program ini menjadi solusi dalam menekan angka pengangguran dan menciptakan generasi muda Kukar yang mandiri,” pungkasnya. (Adv)
