SAJAK.ID – Konferensi Kabupaten (Konferkab) Ke-III Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Kutai Kartanegara menjadi momentum bagi perjalanan organisasi wartawan. Melalui forum tersebut, Andi Wibowo resmi terpilih sebagai Ketua PWI Kukar untuk periode 2025–2028.
Konferkab tidak hanya menjadi ajang pemilihan kepengurusan baru, tetapi juga ruang refleksi atas peran pers di tengah dinamika sosial, politik, dan pembangunan daerah.
Ketua PWI Kalimantan Timur, Abdurrahman Amin, menekankan pentingnya profesionalisme dan integritas wartawan sebagai fondasi utama menjaga marwah pers.
Lebih jauh, ia menegaskan kembali fungsi pers yang sejatinya hadir untuk kepentingan publik, bukan untuk menyenangkan penguasa. Pers, kata dia, memiliki tanggung jawab moral untuk menyampaikan realitas kehidupan masyarakat di lapangan secara jujur dan berimbang.
Ia juga menyoroti pentingnya kehadiran fisik wartawan di lapangan. Menurutnya, liputan yang berkualitas lahir dari interaksi langsung dengan masyarakat, bukan sekadar mengandalkan informasi sekunder. Kehadiran wartawan di tengah masyarakat diyakini mampu menangkap emosi publik dan mengetuk empati para pengambil kebijakan.
“Banyak wartawan yang sudah tidak ke lapangan, tapi beritanya ada. Padahal kehadiran di lapangan itu penting untuk menangkap denyut kehidupan masyarakat,” tegasnya.
Dalam pesannya kepada ketua terpilih dan jajaran pengurus, Abdurrahman Amin mengingatkan bahwa jabatan dalam organisasi bersifat sementara.
Kepemimpinan tidak dimaknai sebagai tujuan akhir, melainkan amanah yang dijalani dalam periode tertentu.
“Jabatan itu periodik. Bisa tiga tahun, lima tahun, selesai. Tapi bagaimana kita memperlakukan sesama pengurus dan anggota, itu akan melekat hingga akhir hayat,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua PWI Kukar terpilih periode 2025–2028, Andi Wibowo, menyampaikan komitmennya untuk membawa PWI Kukar menjadi organisasi yang profesional, berintegritas, dan sejahtera. Visi tersebut menjadi arah utama kepengurusannya selama tiga tahun ke depan.
Dalam visi yang diusung, Andi Wibowo menekankan penguatan kualitas wartawan sebagai kunci menjaga kepercayaan publik terhadap pers.
Profesionalisme, menurutnya, harus dibangun melalui peningkatan kompetensi dan pemahaman etika jurnalistik secara berkelanjutan.
Untuk mewujudkan visi tersebut, ia merumuskan sejumlah misi strategis.
“Di antaranya dengan meningkatkan profesionalisme wartawan melalui pendidikan dan pelatihan berkelanjutan, serta memperkuat peran PWI dalam advokasi dan perlindungan anggota,” ungkapnya.
Selain itu, Andi Wibowo juga menekankan pentingnya membangun kemitraan yang sehat dengan pemerintah, stakeholder, dan masyarakat, tanpa menghilangkan independensi pers.
Kemitraan tersebut diharapkan mampu mendukung program-program PWI Kukar secara berkelanjutan.
Isu kesejahteraan wartawan juga menjadi perhatian utama.
“Tak lain, memperjuangkan peningkatan kesejahteraan dan kemandirian ekonomi wartawan, sebagai bagian tak terpisahkan dari upaya meningkatkan kualitas kerja jurnalistik,” pungkasnya.(*)
