SAJAK.ID – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Unikarta menggelar Dialog Kepublikan bertema “Partisipasi Interest 10 Persen; Antara Hak dan Kewajiban” di Ruang Kuliah Fisipol Unikarta, Kamis (21/5/2026).
Kegiatan yang dihadiri ratusan mahasiswa itu membahas masa depan pengelolaan Participating Interest (PI) serta dampaknya terhadap pembangunan daerah penghasil.
Dialog tersebut menghadirkan tiga pimpinan perusahaan, yakni Direktur Utama PT MGRM Efri Novianto, Direktur Utama PT MPP Sanga-Sanga Prasiddha Hestu Narendra, dan Direktur PT MMP Kutai Mahakam Ranov Fasallo.
Dalam pemaparannya, Efri Novianto menegaskan PT MGRM tengah melakukan berbagai langkah strategis agar perusahaan daerah itu mampu bertahan dan mandiri hingga 15 tahun ke depan tanpa ketergantungan penuh pada pendapatan PI.
Menurut Efri, saat ini sekitar 80 persen pendapatan MGRM masih berasal dari Participating Interest, sementara 20 persen lainnya berasal dari usaha perusahaan.
“Tujuan dari usaha ini agar kita bisa lepas dari ketergantungan PI,” ujarnya.
Ia mengatakan MGRM terus mengembangkan berbagai usaha dan menjalin kerja sama bisnis agar perusahaan tidak hanya bergantung pada dana PI semata. Berbagai upaya mitigasi juga dilakukan untuk menjaga keberlanjutan perusahaan ke depan.
“Apapun yang bisa dijadikan uang kita upayakan agar tidak tergantung,” katanya.
Efri berharap dukungan dari seluruh pihak, termasuk pemegang saham, agar kemandirian BUMD yang pada 2025 mencatat keuntungan sekitar Rp47 miliar itu dapat terwujud.
Selain membahas kemandirian perusahaan, Efri juga menyoroti pentingnya regulasi terkait pengelolaan PI agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat di daerah penghasil migas.
Menurutnya, perlu adanya regulasi maupun skema mandatory spending dalam pembangunan daerah agar dana PI dapat dimanfaatkan secara optimal dan tepat sasaran.
“Kita ingin PI ini memberi dampak untuk Kukar,” tegasnya.
Di akhir kegiatan, PT MGRM turut menyerahkan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) di bidang pendidikan kepada dua dosen Fakultas Agama Islam Unikarta, yakni Mukmin dan Taufikur Rohman. (*)
