SAJAK.ID – PT PLN (Persero) mengungkap sejumlah pembangkit mengalami gangguan yang berdampak pada belum optimalnya pasokan listrik di sistem kelistrikan Kalimantan.
PLN kini mengerahkan berbagai sumber daya untuk mempercepat pemulihan dan menambah pasokan daya.
Sejumlah pembangkit yang mengalami gangguan di antaranya PLTU Cahaya Fajar Kaltim di Kutai Kartanegara, PLTU Kaltim Prima Coal di Kutai Timur, PLTU Teluk Balikpapan, serta PLTMG Bangkanai.
SRM KKU PLN UID Kaltimra, Muchamad Meiryandi, mengatakan PLN terus mengoptimalkan seluruh pembangkit yang masih tersedia sembari berkoordinasi dengan pengelola pembangkit yang mengalami gangguan.
Pembangkit yang saat ini dalam proses pemulihan ditargetkan dapat kembali beroperasi secara bertahap pada minggu ketiga hingga minggu keempat September 2026.
“PLN all out mengerahkan berbagai sumber daya yang ada untuk mempercepat pemulihan gangguan,” ujar Meiryandi.
Selain memulihkan pembangkit yang mengalami gangguan, PLN juga mengupayakan percepatan penambahan pasokan melalui sejumlah pembangkit sewa.
Tambahan tersebut meliputi Pembangkit Batulicin berkapasitas 10 MW, pembangkit sewa tahap pertama 158 MW, serta tahap kedua 120 MW.
Menurut Meiryandi, seluruh proses pemulihan dan penambahan daya tetap dilakukan dengan mengedepankan aspek keselamatan dan keandalan pembangkit.
Di tengah proses pemulihan tersebut, PLN juga mengimbau pelanggan menggunakan listrik secara bijak, terutama saat periode beban puncak. Langkah itu diharapkan dapat membantu menjaga pemanfaatan energi tetap efisien dan mendukung keandalan sistem kelistrikan.
PLN menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan masyarakat selama kondisi kelistrikan belum sepenuhnya normal.
Informasi terbaru mengenai kondisi kelistrikan akan disampaikan secara berkala melalui PLN Mobile, Contact Center PLN 123, serta kanal resmi PLN. (*)
