SAJAK.ID – Perbedaan latar belakang tidak menjadi penghalang bagi masyarakat Kutai Kartanegara (Kukar) untuk bergerak bersama. Semangat itulah yang tercermin dalam Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Kukar yang resmi dibuka secara simbolis oleh Bupati Aulia Rahman Basri di Gedung PBSI Kukar, Kompleks Stadion Rondong Demang, Tenggarong, Sabtu (10/10/2026).
Bagi Aulia, Porseni bukan sekadar ajang adu kemampuan di bidang olahraga dan seni. Kegiatan tersebut juga menjadi ruang untuk mempererat persaudaraan, menumbuhkan kreativitas generasi muda, serta merawat kerukunan di tengah keberagaman masyarakat Kukar.
Ia menilai, keberagaman yang dimiliki Kukar merupakan kekuatan yang perlu terus dijaga melalui kegiatan positif yang melibatkan berbagai lapisan masyarakat tanpa membedakan suku, agama, maupun latar belakang.
“Kukar adalah rumah bagi semua. Masjid berdiri berdampingan dengan gereja, dan pemuda dari berbagai latar belakang iman bisa bergerak bersama membangun daerah. Porseni GAMKI menjadi bukti bahwa keberagaman adalah kekuatan kita,” ujar Aulia.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada DPC GAMKI Kukar, panitia, serta seluruh peserta yang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan kepemudaan seperti Porseni perlu terus dilaksanakan karena memberikan ruang bagi generasi muda untuk berkembang sekaligus membangun hubungan sosial yang lebih erat.
Pemerintah Kabupaten Kukar, kata Aulia, berkomitmen mendukung keberlanjutan kegiatan tersebut agar dapat diselenggarakan setiap tahun.
Dukungan itu juga sejalan dengan visi pembangunan Kukar Idaman Terbaik, terutama melalui program Kukar Sehat dan Kukar Berbudaya. Baginya, pembangunan daerah tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan fisik, tetapi juga harus memperhatikan kesehatan, kreativitas, dan karakter generasi muda.
“Tubuh yang sehat dan jiwa yang kreatif merupakan modal penting bagi anak-anak muda untuk ikut membangun Kukar. Karena itu, kegiatan seperti ini perlu dilanjutkan dan diperluas jangkauannya,” tuturnya.
Selain olahraga dan seni, Porseni GAMKI Kukar turut diisi dengan aksi donor darah. Aulia mengapresiasi kegiatan kemanusiaan tersebut karena dinilai menjadi bentuk kepedulian yang dapat memberikan manfaat langsung bagi orang lain.
Ia mengingatkan bahwa nilai-nilai keimanan perlu diwujudkan melalui tindakan nyata, termasuk membantu sesama yang membutuhkan.
“Setetes darah yang disumbangkan hari ini bisa membantu menyelamatkan nyawa seseorang. Inilah bentuk kasih yang tidak berhenti sebagai ucapan, tetapi diwujudkan melalui tindakan,” katanya.
Kepada para pemuda GAMKI, Aulia berpesan agar mereka terus menghadirkan nilai-nilai kebaikan di tengah masyarakat, menjadi teladan, serta berperan dalam menciptakan suasana damai dan memperkuat persaudaraan.
Porseni GAMKI Kukar tahun ini mengusung tema ‘Bersatu dalam Iman, Berkarya dengan Talenta, Menang dalam Kristus’. Tema tersebut diharapkan menjadi semangat bagi peserta untuk mengembangkan kemampuan, menjunjung sportivitas, dan mempererat kebersamaan.
Bagi Aulia, keberhasilan Porseni tidak hanya diukur dari siapa yang menjadi juara, tetapi juga dari nilai persaudaraan dan kepedulian yang tumbuh selama kegiatan berlangsung. (Adv/Dd)
