SAJAK.ID – Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) diharapkan memainkan peran strategis dalam pengembangan sektor pariwisata di Kutai Kartanegara (Kukar). Namun, keberhasilan pengelolaan destinasi wisata dinilai tidak cukup hanya dengan promosi dan pengelolaan semata. Dibutuhkan sosok pengelola yang memiliki jiwa wirausaha serta kepedulian sosial yang tinggi.
Plt Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar, Arianto, mengungkapkan bahwa membangun dan mengelola destinasi wisata adalah proses jangka panjang yang menuntut dedikasi dan kesabaran.
Ia menegaskan, hasil ekonomi dari sektor ini tidak langsung bisa dirasakan, sehingga diperlukan komitmen kuat dari para pelaku Pokdarwis.
“Pengelola Pokdarwis harus benar-benar memiliki jiwa entrepreneurship dan kepedulian sosial. Karena di awal, mereka tidak akan langsung mendapatkan penghasilan. Ini soal membangun dari nol,” ujar Arianto, Kamis (20/03/2025).
Arianto menjelaskan, jiwa kewirausahaan dibutuhkan agar para pengelola mampu melihat peluang, menciptakan daya tarik baru, dan mengembangkan inovasi yang dapat memperkuat posisi destinasi wisata.
Sementara jiwa sosial diperlukan untuk memastikan bahwa pembangunan pariwisata tetap berorientasi pada kesejahteraan masyarakat sekitar dan pelestarian lingkungan.
Menurutnya, keberhasilan destinasi wisata tidak hanya diukur dari keuntungan finansial, tetapi juga dari manfaat nyata yang bisa dirasakan masyarakat lokal.
Dispar Kukar pun berkomitmen untuk terus memberikan dukungan kepada Pokdarwis melalui pelatihan, pembinaan, dan pendampingan agar pariwisata daerah semakin maju dan berkelanjutan.
“Kalau pengelola Pokdarwis yang memiliki jiwa wirausaha dan sosial, dampaknya akan terasa lebih luas, bukan hanya menguntungkan individu, tapi juga menghidupkan ekonomi daerah,” tandasnya. (Adv)
