SAJAK.ID – Dinas Pariwisata (Dispar) Kutai Kartanegara (Kukar) berencana menggelar pertunjukan seni secara rutin di Taman Tanjong, sebuah ruang terbuka hijau (RTH) yang kini menjadi ikon baru di Tenggarong.
Langkah ini diambil untuk menghidupkan suasana kawasan tersebut sekaligus memberikan ruang berekspresi bagi pelaku seni lokal.
Plt Kabid Pemasaran Dispar Kukar, Awang Ivan Ahmad, mengungkapkan, meski taman ini berada di bawah pengelolaan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK), pihaknya tetap mendorong pemanfaatan fasilitas panggung permanen di kawasan itu untuk program seni budaya.
“Taman ini dibuka gratis untuk umum. Semua orang boleh datang menikmati, asal tetap mengikuti peraturan yang berlaku,” ujar Ivan, Senin (07/04/2025)
Ivan menegaskan pentingnya menjaga kebersihan dan ketertiban di Taman Tanjong, termasuk larangan membuang sampah sembarangan, bermain otopet, serta merusak fasilitas umum seperti toilet.
Ia mengaku senang dengan tingginya antusiasme pengunjung, meski masih ditemui sejumlah pelanggaran aturan.
“Kita berharap masyarakat bisa sama-sama menjaga fasilitas ini agar manfaatnya bisa dirasakan lebih lama,” ujarnya.
Menurut Ivan, Taman Tanjong kini menarik perhatian tak hanya warga Kukar, tapi juga pengunjung dari Samarinda, Balikpapan, hingga Bontang. Bahkan, popularitasnya meningkat pesat berkat unggahan media sosial, terutama Instagram.
Ivan menyarankan masyarakat berkunjung pada malam hari untuk menikmati keindahan lampu-lampu taman dan pemandangan latar Jembatan Repo-Repo yang memesona.
Melihat potensi tersebut, Dispar Kukar berencana menyelenggarakan pertunjukan seni rutin setiap malam minggu, mengadopsi konsep yang sudah sukses diterapkan di kawasan Simpang Odah Etam (SOE), yakni menggabungkan hiburan seni dan bazar UMKM.
“Kita ingin Taman Tanjong menjadi ruang kreasi terbuka. Komunitas seni atau siapa pun yang ingin tampil, sangat kami sambut,” pungkas Ivan. (Adv)
