SAJAK.ID — Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kutai Kartanegara, Aji Ali Husni, mengungkapkan pihaknya tengah mempersiapkan pelaksanaan kegiatan bersama komunitas marching band di Kukar.
Menurutnya, saat ini proses persiapan sudah berjalan, melibatkan berbagai komunitas yang berfokus pada seni dan olahraga tersebut.
Ia menyampaikan bahwa sementara ini, rencana pelaksanaan kegiatan masih di bicarakan di interna Dispora Kukar guna untuk memastikan waktu yang tepat. Langkah tersebut sebagai upaya untuk memastikan agar tidak terjadi benturan dengan kegiatan di wilayah lain di Kaltim.
“Insyaallah kami tengah mempersiapkan pelaksanaan ini bersama kawan-kawan komunitas, komunitas marching band,” ujarnya.
Aji Ali menyebut, rencana kegiatan itu diharapkan dapat terlaksana pada tahun ini. Namun, pihaknya belum bisa memastikan waktu pasti pelaksanaannya.
“Mudah-mudahan insyaallah tahun ini kita laksanakan, tapi kami belum berani merilis kapan waktunya,” jelasnya.
Ia menyampaikan pentingnya mempertimbangkan agenda serupa di daerah lain, agar tidak terjadi bentrok jadwal yang bisa membingungkan peserta.
“Kami akan diskusi lagi dan kami akan melihat agenda di beberapa daerah, sehingga jangan sampai nanti kita melaksanakan di saat bersamaan, kita benturkan dengan daerah lain,” katanya.
Menurut Aji Ali, jika bentrok jadwal terjadi, para peserta bisa mengalami kebingungan dalam memilih ajang yang akan diikuti. Hal ini tentu akan berdampak pada partisipasi peserta.
“Sehingga masing-masing peserta ini nanti kesibukan atau bingung mau ikut yang mana,” tuturnya.
Oleh karena itu, diskusi untuk menentukan waktu yang paling tepat menjadi hal krusial yang saat ini sedang dibahas oleh pihaknya bersama komunitas.
“Jadi nanti kita diskusikan waktunya yang sangat tepat untuk pelaksanaannya,” ungkap Aji Ali.
Selain itu, ia juga mengakui bahwa penentuan waktu yang kurang tepat bisa menyebabkan turunnya jumlah peserta, khususnya dari wilayah Kutai Kartanegara sendiri.
“Ini juga bagian yang harus kita diskusikan hari ini, waktu pelaksanaan. Apakah waktu ini mungkin tepat, apakah kurang tepat, sehingga jumlah peserta kita agak sedikit menurun, ya, khususnya dari Kutai Kartanegara,” bebernya.
Padahal, lanjut Aji Ali, potensi marching band di Kukar cukup besar. Hampir setiap SMA di Kukar memiliki pasukan marching band yang rutin berkompetisi.
“Padahal kalau kita ketahui, masing-masing sekolah kita di SMA ini semuanya memiliki pasukan masing-masing sebenarnya,” katanya.
Bahkan, beberapa sekolah dari Kukar diketahui sudah sering mengikuti kompetisi marching band di luar daerah, termasuk di Pulau Jawa.
“Yang sering juga berkompetisi di luar, bahkan ada yang ikut di Pulau Jawa,” pungkasnya. (Adv)
