SAJAK.ID – Pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), yang diketuai Chairil Anwar, resmi dilantik. Pelantikan ini dilakukan langsung oleh Ketua Umum KONI Kalimantan Timur (Kaltim), Rusdiansyah Aras, pada Senin (26/5/2025).
Acara pelantikan tersebut berlangsung di Pendopo Odah Etam Bupati Kukar, dan turut dihadiri oleh Bupati Kukar Edi Damansyah, Sekda Kukar, Sunggono, Kepa Dispora Kukar, Aji Ali Husni, dan Ketua KONI Kaltim Rusdiansyah Aras, serta perwakilan seluruh cabang olahraga (cabor) di bawah naungan KONI Kukar.
Chairil Anwar menyampaikan bahwa pihaknya akan memprioritaskan kebutuhan cabor, terutama dalam rangka persiapan menghadapi pra-Pekan Olahraga Provinsi (pra-Porprov) yang akan digelar dalam waktu dekat.
“Saya memastikan ini menjadi prioritas. Saya sudah koordinasi dengan seluruh stakeholder, khususnya Dispora Kukar, TAPD, Bappeda, dan BPKD. Kebetulan Ketua TAPD-nya adalah Pak Sekda, Sunggono,” ungkap Chairil.
Ia mengatakan, upaya maksimal akan dilakukan agar seluruh kebutuhan cabor dalam menghadapi pra-Porprov bisa terpenuhi. Persiapan teknis dan administrasi pun sedang digodok agar Kukar bisa tampil optimal dalam ajang tersebut.
Chairil juga menyebutkan bahwa dirinya telah berdiskusi dengan Ketua KONI Provinsi. Jika seluruh persiapan telah rampung, maka ajang pra-Porprov akan digelar pada bulan Juni hingga Juli 2025 di Penajam Paser Utara (PPU).
“Porprov sendiri akan dilaksanakan tahun 2026. Jadi kita masih punya waktu untuk menyiapkan pra-nya tahun ini. Tapi harus cepat karena usulan-usulan ke pemerintah daerah harua di lakukan sebelum RKPD,” jelasnya.
Ia menekankan bahwa segala langkah dan program harus mengacu pada Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD). Oleh karena itu, kolaborasi dan komunikasi dengan Dispora serta pihak terkait lainnya sangat penting untuk memastikan tidak ada kendala birokrasi.
Chairil juga menyoroti perubahan regulasi baru terkait penyaluran hibah. Jika sebelumnya berada di bawah wewenang KONI, kini proses verifikasi dan distribusi hibah untuk kebutuhan cabor berada di bawah kewenangan Dispora Kukar.
“Tugas KONI sekarang adalah fokus pada pembinaan atlet melalui masing-masing cabor. Kita akan dorong pembinaan yang lebih terstruktur dan terarah,” jelas Chairil.
Semua cabor, kata Chairil, akan dilibatkan dalam proses pembinaan ini, termasuk kemungkinan untuk melakukan pelatihan yang masih gabungan. Namun, ia mengaku masih akan menunggu hasil rapat kerja untuk memastikan arah kebijakan tersebut.
“Saya belum bisa memastikan bagaimana pola pembinaan campuran ini. Tapi nanti setelah raker, saya akan minta laporan dari masing-masing cabor untuk melihat potensi dan kebutuhan mereka,” katanya.
Chairil juga mengungkap bahwa sebelum Musdalub, dirinya sudah menjalin komunikasi dengan beberapa cabor yang telah lebih dulu melakukan pembinaan gabungan di masing-masing cabor.
Sehingga, ia berencana untuk menerapkan pembagian zona pembinaan di seluruh 20 kecamatan di Kukar guna mencari bibit-bibit lokal potensial. Tujuannya agar tidak ada lagi atlet luar daerah yang memperkuat Kukar.
“Kita ingin semua atlet asli dari Kutai Kartanegara. Maka itu, pembinaan harus menjangkau seluruh wilayah. Saya akan terus komunikasi dengan cabor dan mendorong mereka untuk menyampaikan proposal kebutuhan kepada kami dan Dispora,” tegasnya.
“Kita targetkan Kukar bisa masuk tiga besar pada Porprov 2026. Terget kita di tiga besar dulu,” tutupnya.(Adv)
