SAJAK.ID – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kutai Kartanegara (Kukar) meluncurkan program perekaman KTP elektronik secara proaktif untuk para pelajar tingkat SMA, MA, dan sederajat, termasuk pesantren.
Program ini menjadi langkah kedua Disdukcapil Kukar di tahun 2025 untuk mempercepat cakupan perekaman data kependudukan.
Kepala Disdukcapil Kukar, Muhamad Iryanto, mengatakan bahwa program ini melibatkan seluruh kepala sekolah se-Kukar, tidak lagi dilakukan secara parsial seperti sebelumnya.
“Kita undang semua kepala SMA, MA, dan pesantren se-Kukar untuk mendukung penuh program ini,” ujarnya saat wawancara pada Senin (28/4/2025).
Iryanto berharap dalam pelaksanaanya para kepala sekolah memberikan dispensasi waktu kepada siswanya untuk melakukan perekaman KTP. Target utama adalah siswa berusia mulai dari 16 tahun, terutama mereka yang sudah berusia 17 tahun dan memenuhi syarat untuk memiliki KTP.
Sebelum mendatangi sekolah terkait, pihaknya lebih dulu konfirmasi ke sekolah guna untuk memastikan kesiapan sebelum melakukan perekaman.
“Janjian kapan datang, terus kepala sekolah membolehkan siswanya keluar kelas untuk perekaman, terutama yang perempuan,” jelasnya.
Menurut Iryanto, perekaman data dilakukan di lokasi sekolah dengan sistem yang sama seperti pelayanan perekaman pada masyarakat umum. Ini bertujuan agar siswa bisa mendapatkan pengalaman perekaman resmi tanpa harus datang ke kantor Disdukcapil.
“Kita sepakat memberi kesempatan kepada siswa untuk melakukan perekaman seperti prosedur biasa. Dan ternyata responnya luar biasa,” katanya.
Ia mengungkapkan, hampir 100% siswa yang ditargetkan bersedia mengikuti perekaman KTP elektronik. Antusiasme siswa dinilai sangat tinggi dan memberikan semangat baru bagi Disdukcapil Kukar untuk memperluas program ini.
Bahkan, menurut Iryanto, salah satu kelebihan perekaman ini adalah hasil foto di KTP yang lebih menarik karena siswa tampil maksimal pada saat perekaman. Ini menjadi nilai tambah dari program inovatif tersebut.
Sebagai contoh, perekaman yang telah dilakukan di SMA 3 Tenggarong menunjukkan hasil yang sangat memuaskan. Dari 105 siswa yang menjadi target perekaman, hanya dua siswa yang menolak untuk direkam.
‘Dua saja yang tidak mau melakukan perekaman. Itu artinya tingkat keberhasilan program ini hampir mendekati 100%,” tutur Iryanto.
Ia menambahkan, dua program terobosan Disdukcapil tahun ini di bidang perekaman KTP bagi siswa SMA, MA, dan pesantren merupakan bagian dari upaya mempercepat pelayanan administrasi kependudukan di Kukar.
Kehadiran program ini diharapkan seluruh generasi muda Kukar bisa segera memiliki KTP elektronik sebelum lulus sekolah, sehingga lebih siap dalam berbagai keperluan administrasi ke depan.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk turut mendukung program ini dengan mendorong anak-anak mereka yang sudah memenuhi syarat usia untuk segera melakukan perekaman,” tutupnya. (Adv)
