SAJAK.ID – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kutai Kartanegara (Kukar), Arianto, memastikan program Terang Kampungku telah berjalan sesuai target pemerintah daerah. Program tersebut merupakan salah satu bentuk intervensi Pemkab Kukar untuk meningkatkan pelayanan listrik ke seluruh desa.
Menurutnya, pelaksanaan program ini telah tercapai 100 persen untuk titik-titik yang sudah direncanakan. Sebagaimana dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) sebelumnya, ada 17 lokasi yang menjadi fokus program ini.
“Kalau kita bicara intervensi, saya bilang 100 persen. Karena yang diintervensi sudah semua sesuai rencana,” ungkapnya saat wawancara pada Senin (28/4/2025).
Penyelesaian 17 titik ini dilakukan dengan mengacu pada standar dan ukuran capaian yang telah ditetapkan dalam RPJMD. Meski begitu, Arianto menegaskan bahwa pelayanan listrik kepada masyarakat tidak berhenti hanya pada titik-titik tersebut.
Dia mengatakan Pemkab Kukar, di bawah kepemimpinan Bupati Edi Damansyah, terus mendorong perluasan layanan hingga ke pelosok desa. Bahkan, dalam beberapa pengecekan lapangan, ditemukan masih ada dusun dan RT yang belum mendapat pelayanan listrik 24 jam penuh.
“Masih ada yang hanya menikmati listrik 12 jam per hari. Ini yang menjadi PR kita bersama,” kata Arianto.
Karena itu, program Terang Kampungku juga melibatkan upaya perbaikan fasilitas listrik yang pernah dibangun oleh provinsi pada 2022 lalu, namun kini kondisinya sudah tidak optimal.
Arianto menyampaikan bahwa untuk memperbaiki fasilitas tersebut, Pemkab Kukar menurunkan konsultan teknis guna melakukan pengecekan. Hasil pengecekan menunjukkan adanya kerusakan yang harus segera diperbaiki, dengan dukungan juga dari Pemprov Kalimantan Timur.
“Kita bantu bangun lagi. Kita perbaiki yang rusak dan menambah jalur ke rumah-rumah warga yang belum mendapat akses listrik,” jelasnya.
Laporan tersebut, kata Arianto, di peroleh langsung dari OPD terkait yang berwenang dalam penanganan listrik. Dan hasilnya sudah masuk serta menunjukkan progres positif.
Sebagai contoh, di Desa Tani Baru Kecamatan Anggana, tiga dusun yang ada di desa tersebut kini telah mendapatkan layanan listrik. Pada tahun 2024, pekerjaan difokuskan di dusun induk, sementara untuk dusun 1 dan dusun 2 ditargetkan rampung pada 2025.
Tak hanya melalui jaringan listrik konvensional, Pemkab Kukar juga mengandalkan pemanfaatan listrik tenaga surya untuk menjangkau rumah-rumah penduduk yang jauh dari jalur utama listrik. Panel surya ini memungkinkan warga mendapatkan listrik selama 24 jam.
“Alhamdulillah, kita sudah sampai ke rumah-rumah penduduk yang lokasinya jauh, menggunakan listrik tenaga surya,” kata Arianto.
Sehingga, ia berharap, fasilitas ini bisa dijaga dan dirawat dengan baik oleh masyarakat.
Berdasarkan petunjuk teknis, umur ekonomis peralatan tenaga surya ini bisa bertahan hingga 10 sampai 15 tahun, tergantung dari perawatan. Oleh karena itu, pendampingan teknis kepada masyarakat juga diberikan agar pemanfaatannya bisa maksimal.
Selain itu, DPMD Kukar juga telah menyiapkan sumber daya manusia (SDM) di desa-desa yang memahami pengelolaan dan perawatan instalasi listrik tenaga surya. ” Sehingga, keberlanjutan program Terang Kampungku bisa terus terjaga,” tutupnya. (Adv)
