Pembukaan Festival Cenil di Kota Bangun III.
SAJAK.ID – Festival Cenil kembali digelar di Desa Kota Bangun III, Kecamatan Kota Bangun Darat, dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-42 desa, Rabu (30/42025).
Pada perayaan tahun 2025 ini, sebanyak 70 loyang cenil dibagikan secara gratis kepada masyarakat sebagai simbol warisan budaya dan semangat perjuangan para transmigran dari Pulau Jawa.
Kepala Desa Kota Bangun III, Lilik Hendrawato, mengatakan bahwa festival ini telah digelar sebanyak enam kali dan menjadi bagian dari agenda tahunan Kabupaten Kutai Kartanegara melalui program Kukar Kaya Festival.
“Cenil ini punya makna mendalam bagi kami. Bukan sekadar makanan, tapi simbol ketekunan dan inovasi warga saat awal transmigrasi,” ujarnya.
Festival Cenil melibatkan partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat, mulai dari pelajar, kelompok wanita tani (KWT), RT, hingga tenaga kesehatan. Semua menyumbangkan cenil yang dibuat secara mandiri dan disajikan untuk umum.
Cenil, jajanan kenyal berwarna-warni berbahan dasar pati singkong, memiliki nilai historis tersendiri bagi warga.
Lilik menceritakan bahwa saat kemarau panjang di masa awal transmigrasi tahun 1983, singkong menjadi satu-satunya bahan pangan yang bisa diandalkan.
“Anak-anak kala itu menginginkan makanan yang lebih menarik, maka dibuatlah cenil. Dari situlah tradisi ini lahir,” jelasnya.
Kini, lebih dari empat dekade kemudian, cenil tidak hanya menjadi makanan khas, tetapi juga simbol kearifan lokal dan semangat gotong royong.
Lilik berharap Festival Cenil dapat terus dipertahankan sebagai identitas budaya sekaligus daya tarik wisata desa. (Adv)
