SAJAK.ID- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara (Kukar) mendorong evaluasi ulang terhadap metode pengajaran pendidikan agama dan memperkenalkan pemanfaatan teknologi seperti Google Classroom guna meningkatkan efektivitas dan pemahaman siswa.
Pernyataan ini disampaikan oleh Plt Kepala Bidang SMP Disdikbud Kukar, Emy Rosana, saat membuka kegiatan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Pendidikan Agama pada Senin, 5 Mei 2025.
Acara yang digelar di Aula Serbaguna Disdikbud Kukar ini dihadiri puluhan guru agama Islam dan Kristen dari berbagai SMP.
Dalam sambutannya, Emy menekankan pentingnya penyesuaian materi ajar, terutama materi-materi yang padat seperti sholat, agar tidak hanya selesai secara administratif, tetapi benar-benar dipahami oleh siswa.
“Kami mendorong pembentukan kelompok kerja untuk meninjau ulang materi kelas 7, 8, dan 9. Fokusnya bukan kejar tayang, tapi menumbuhkan pemahaman,” tegasnya.
Ia juga memperkenalkan penggunaan Google Classroom sebagai platform pendukung pengelolaan pembelajaran secara digital. Teknologi ini dinilai penting untuk membekali siswa dengan pengalaman belajar yang sesuai dengan zaman.
Emy menambahkan bahwa guru tidak perlu takut memulai. Ia bahkan mengutip sosok inspiratif seperti Ustadz Adi Hidayat sebagai bukti bahwa dedikasi belajar tidak mengenal usia.
“Kalau orang usia 82 tahun bisa hafal 30 juz, maka kita juga pasti bisa belajar dan menguasai teknologi,” ujarnya.
Lewat pendekatan ini, kata Emy, Disdikbud Kukar berharap pembelajaran agama menjadi wahana membangun karakter siswa sekaligus mempersiapkan mereka menghadapi tantangan dunia modern. (Adv)
