SAJAK.ID – Dinas Pariwisata Kutai Kartanegara (Dispar Kukar) terus memperluas pelatihan dan sertifikasi bagi pelaku ekonomi kreatif (ekraf) hingga ke pelosok kecamatan.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi pemerataan dan pemberdayaan sumber daya manusia (SDM) lokal untuk mendukung sektor pariwisata dan kreatif.
Pada Senin, 5 Mei 2025 di Hotel Grand Elty Tenggarong, Dispar menggelar pelatihan sertifikasi videografi yang diikuti oleh 20 peserta dari berbagai kecamatan di Kukar.
Menurut Plt Kabid Pengembangan SDM Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dispar Kukar, Antoni Kusbiantoro, ini adalah langkah awal dari pengembangan kompetensi berbasis wilayah.
“Kita sudah rancang agar peningkatan SDM tidak hanya di Tenggarong. Kita akan kembangkan sampai ke pelosok. Ini tantangan yang tidak mudah, makanya kita mulai dari sekarang,” kata Antoni usai pembukaan acara sertifikasi vidiografer.
Sertifikasi ini digelar oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Kalimatika Yogyakarta dan mengacu pada standar Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Menurut Antoni, hal ini penting agar peserta memiliki pengakuan resmi dan bisa bersaing secara profesional di dunia kerja.
Antoni menjelaskan, Dispar Kukar akan terus menginventarisasi tenaga videografer lokal yang berpotensi untuk dilatih dan disertifikasi.
“Kita ingin mereka yang sudah ahli secara praktik juga mampu public speaking dan berkomunikasi secara profesional. Kita fasilitasi itu,” jelasnya.
Program ini tak hanya terfokus pada videografi. Dispar Kukar juga berencana mengadakan pelatihan dan sertifikasi untuk profesi resepsionis dan chef bekerja sama dengan SMK 1 Tata Boga Tenggarong.
Selain itu, kata Antoni, pekan depan akan digelar workshop animasi sebagai bagian dari pengembangan sektor seni dan pertunjukan.
“Ekraf di Kukar punya potensi besar di bidang seni, musik, film animasi, video, dan videografi. Maka dari itu kita fokuskan juga ke peningkatan kompetensinya,” terang Antoni.
Kata Antoni, Dispar Kukar berharap generasi muda bisa lebih berdaya dan mandiri tanpa harus selalu mengandalkan tenaga kerja dari luar.
“Kita akan lakukan Training of Trainers (ToT), agar ke depan mereka juga bisa melatih yang lain,” tutupnya. (Adv)
