SAJAK.ID – Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menyatakan komitmennya untuk ikut ambil bagian dalam program strategis pertukaran pemuda antarnegara.
Untuk pertama kalinya, Kukar dilibatkan secara langsung dalam seleksi program nasional ini, dan Dispora Kukar pun segera tancap gas mempersiapkan generasi muda terbaik daerah.
Kepala Dispora Kukar, Aji Ali Husni, menyampaikan bahwa tahun 2025 menjadi momentum awal bagi Kukar untuk ikut dalam program yang membuka peluang bagi pemuda Indonesia mewakili bangsa di kancah internasional.
“Ini hal baru bagi kita, hari ini Kukar mulai dilibatkan. Dan insyaallah, kami akan segera bergerak melakukan sosialisasi melalui jalur organisasi kepemudaan, serta lewat camat dan kepala desa,” ujar Aji Ali, Selasa (6/5/2025).
Kata dia, dengan adanya kesempatan ini, Dispora Kukar melihat peluang besar untuk mengenalkan potensi pemuda daerah di tingkat global.
Aji Ali meyakini bahwa kualitas dan kapasitas pemuda Kukar tidak kalah dengan daerah lain, hanya butuh dorongan dan pembinaan yang tepat.
“Potensi kita sangat besar. Pemuda Kukar punya semangat, punya kapasitas, dan tinggal bagaimana kita kuatkan sistem pembinaannya,” ucapnya.
Untuk itu, pihak Dispora tengah aktif menggali potensi dari akar rumput, khususnya di tingkat desa dan kelurahan.
Aji Ali menyebut pendekatan ini penting agar pemetaan potensi lebih merata dan menjangkau talenta-talenta muda yang selama ini belum terekspos.
“Kami fokus menggali dari bawah. Potensi itu banyak di desa dan kelurahan. Jangan sampai ada potensi besar yang tidak tersentuh karena tidak mendapat akses,” ujarnya.
Sebagai langkah awal, Dispora Kukar telah memulai proses sosialisasi dan menjalin koordinasi dengan pihak penyelenggara program di tingkat provinsi dan pusat. Tujuannya agar seluruh mekanisme, syarat, dan tahapan seleksi bisa dipahami sejak dini oleh calon peserta.
“Insyaallah, kami sudah lakukan persiapan. Mulai dari sosialisasi hingga komunikasi intensif dengan penyelenggara pusat, agar kita tahu apa saja yang harus disiapkan. Kita ingin peserta dari Kukar benar-benar siap bersaing,” jelas Aji Ali.
Program pertukaran pemuda antarnegara ini, menurut Aji Ali, bukan sekadar ajang pembelajaran lintas budaya. Lebih dari itu, program ini membuka ruang bagi pemuda Kukar untuk memperkenalkan identitas daerah dan membangun jejaring global.
“Ini bukan hanya soal pemuda belajar ke luar negeri. Tapi juga membawa nama Kukar ke dunia. Mereka bisa memperkenalkan budaya, potensi, dan karakter pemuda kita. Ini sangat strategis,” tegasnya.
Aji Ali berharap keterlibatan Kukar dalam program ini akan menjadi awal dari tradisi baru: menjadikan pemuda daerah sebagai duta global yang siap tampil percaya diri, berdaya saing, dan membawa semangat kemajuan.
“Kita ingin pemuda Kukar punya peran di dunia luar. Mereka bisa bersaing, dan mereka bisa jadi kebanggaan kita bersama,” pungkasnya. (Adv)
