SAJAK.ID – Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menargetkan menjadi distrik digital pertama di Indonesia dengan dukungan Google Indonesia. Pencapaian ini didukung oleh keberhasilan transformasi digital pembelajaran yang telah mendapat pengakuan internasional.
Menurut Emy Rosana Saleh, Kasi Penjaminan Mutu dan Kelembagaan Jenjang SMP sekaligus Plt Kepala Bidang SMP Disdikbud Kukar, pihaknya optimis dapat mewujudkan target tersebut.
“Kutai Kartanegara bisa menjadi distrik pertama kabupaten kota pertama di Indonesia yang menjadi distrik digital, kami masih mengejar untuk itu,” ungkapnya.
Keberhasilan Kukar dalam mengimplementasikan teknologi pembelajaran telah menarik perhatian dunia internasional. Pada Oktober tahun lalu, Disdikbud Kukar diundang ke kantor Google di Singapura untuk berbagi praktik baik dengan lebih dari 10 negara.
Kata Emy, Google juga meminta Kukar untuk melakukan sharing penggunaan Chromebook atas permintaan salah satu perusahaan di Prancis. Bahkan ketika pihak Google berkunjung ke Inggris, mereka membawa contoh bahwa Kutai Kartanegara menjadi salah satu distrik yang penerapan transformasi digital pembelajarannya berkembang pesat.
Prestasi internasional Kukar akan kembali diakui dengan rencana kunjungan Ministry of Education Jepang pada 28-30 Juli mendatang. Delegasi Jepang akan mengunjungi Kandidat Sekolah Rujukan Google (KSRG) dan Sekolah Rujukan Google yang ada di Kukar.
“Jadi Kutai Kartanegara itu sudah cukup terkenal untuk penggunaan teknologi dalam pembelajarannya,” tegas Emy.
Disdikbud Kukar menetapkan target utama agar pembelajaran menjadi sangat menarik melalui integrasi teknologi.
“Yang paling penting adalah pembelajaran itu menjadi sangat menarik yaitu wajib jadi guru mengintegrasikan teknologi dalam pembelajaran di kelas sehingga pembelajaran itu menjadi interaktif,” jelasnya.
Untuk menjadi distrik digital pertama, Kukar harus memenuhi persyaratan dengan memiliki perwakilan sekolah di 20 kecamatan yang menjadi Kandidat Sekolah Rujukan Google. Saat ini, dari 20 kecamatan telah terdapat sekitar 12 kecamatan yang memiliki KSRG.
“Kita sudah apply sudah siap ada sekolah yang sudah siap tinggal menunggu penilaian saja untuk menuju ke KSRG,” kata Emy. Sisanya masih dalam proses bimbingan Disdikbud yang dibantu tim KBKPI melalui coach Suwito. (Adv)
