SAJAK.ID – Riuh tepuk tangan menggema di Gedung Bela Diri Dispora Kutai Kartanegara, Minggu (26/7/2026). Ratusan relawan dari berbagai kecamatan berdiri serempak saat Anggota DPR RI Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Daerah Pemilihan Kalimantan Timur, Edi Oloan Pasaribu, secara resmi mengukuhkan relawan PAN di daerah dengan mengusung tema “Bantu Rakyat, Kaltim Hebat, Indonesia Kuat.”
Bagi PAN, prosesi tersebut bukan sekadar pelantikan organisasi. Momentum itu menjadi awal penguatan mesin perjuangan politik yang disiapkan jauh sebelum pesta demokrasi digelar.
Pelantikan turut dihadiri Anggota DPRD Kalimantan Timur Baharuddin Demmu, Sekretaris DPW PAN Kaltim, Ketua BM PAN Kaltim Nirmala Sari, Sekretaris DPRD Kukar Lukman, Ketua BM PAN Kukar Wahyudin, serta ratusan relawan dari seluruh wilayah Kutai Kartanegara.
Mewakili Ketua DPD PAN Kukar Aini Farida, Ketua Bidang POK Ramadhan menegaskan bahwa relawan merupakan ujung tombak perjuangan partai di tengah masyarakat.
Menurutnya, keberhasilan PAN menjadi salah satu partai terbesar di Kutai Kartanegara pada pemilu sebelumnya merupakan buah dari kerja keras seluruh kader dan relawan yang terus bergerak di lapangan.
“Pelantikan ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi tanda dimulainya perjuangan baru untuk memperkuat barisan PAN di Kutai Kartanegara,” ujarnya.
Ia menyebut posisi PAN sebagai partai terbesar keempat di Kukar sekaligus memperoleh kursi pimpinan DPRD menjadi modal penting yang harus dijaga melalui kerja nyata.
Ramadhan mengajak seluruh relawan agar tidak hanya hadir menjelang pemilu, tetapi terus berada di tengah masyarakat ketika dibutuhkan. Menurutnya, kemenangan politik dibangun melalui kebersamaan, kedisiplinan, konsolidasi, dan pelayanan kepada masyarakat, bukan hanya saat masa kampanye.
“Relawan harus menjadi garda terdepan yang merasakan sekaligus menyalurkan manfaat kemenangan kepada masyarakat. Dengan begitu semakin banyak warga yang bergabung memperkuat PAN,” katanya.
Sementara itu, Edi Oloan Pasaribu mengatakan pelantikan di Kutai Kartanegara merupakan kabupaten/kota keempat setelah Balikpapan, Bontang, dan Samarinda. Ia menargetkan pembentukan relawan dapat dituntaskan di seluruh 10 kabupaten/kota di Kalimantan Timur.
Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari instruksi Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan untuk memperkuat basis partai menuju posisi tiga besar secara nasional.
“Relawan ini kami bangun sebagai mitra strategis untuk bersama-sama memperjuangkan pembangunan Kalimantan Timur, khususnya Kutai Kartanegara,” kata Edi.
Ia menjelaskan, pembentukan relawan bukan semata-mata untuk kepentingan elektoral, tetapi juga sebagai jalur komunikasi antara masyarakat dengan wakil rakyat di DPR RI.
Sebagai anggota Komisi di DPR RI, Edi mengaku setiap hari menerima berbagai aspirasi masyarakat yang menginginkan akses terhadap program pemerintah. Karena itu, keberadaan relawan dinilai penting agar bantuan yang diperjuangkan dapat tersalurkan secara tepat sasaran.
Ia menyebut berbagai program yang telah dan akan terus diperjuangkan, di antaranya beasiswa pendidikan yang telah menjangkau puluhan ribu penerima manfaat, program bedah rumah, penyambungan listrik gratis, pemberdayaan UMKM, bantuan sosial, hingga pembangunan lingkungan.

“Ketika kami membahas anggaran dan kebijakan di DPR RI, saya ingin yang pertama kali terlintas adalah bagaimana program-program itu bisa dinikmati masyarakat melalui relawan yang selama ini berjuang bersama,” ungkapnya.
Edi juga menepis anggapan bahwa pembentukan relawan terlalu dini menjelang pemilu. Menurutnya, PAN justru ingin menghadirkan budaya politik baru, di mana hubungan antara wakil rakyat dan masyarakat dibangun sepanjang waktu, bukan hanya ketika membutuhkan suara.
“Selama ini banyak yang menilai anggota dewan baru turun ke masyarakat menjelang pemilu. Kami ingin mengubah cara pandang itu. Pertemuan hari ini adalah ikatan perjuangan politik yang harus terus dijaga demi menghadirkan program-program yang benar-benar dirasakan masyarakat,” tegasnya. (*)
