SAJAK.ID – Laporan sekolah roboh di Desa Kedang Ipil menjadi pekerjaan yang harus segera ditindaklanjuti Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara (Kukar).
Di tengah keterbatasan anggaran, pemerintah daerah kini menyiapkan langkah untuk memastikan kerusakan tersebut mendapat penanganan.
Kepala Disdikbud Kukar, Heriansyah, mengatakan pihaknya tengah melakukan inventarisasi terhadap sekolah-sekolah yang membutuhkan perbaikan. Sekolah dengan kerusakan berat, terutama yang kondisinya sudah roboh, menjadi perhatian dalam proses pendataan tersebut.
Bagi Heriansyah, laporan kerusakan tidak cukup hanya dicatat. Kondisi bangunan perlu diperiksa langsung agar pemerintah mengetahui kebutuhan pembangunan dan dapat menentukan sumber pembiayaan yang memungkinkan.
Ia berencana mengunjungi sekolah di Kedang Ipil bersama tim untuk melakukan peninjauan sekaligus menghitung kebutuhan anggaran.
“Nanti setelah ini barangkali saya akan berkunjung ke sana untuk melihat sekolah yang roboh itu kemudian membawa tim untuk melakukan proses penghitungan berapa biayanya,” ujarnya belum lama ini.
Hasil penghitungan tersebut nantinya dibahas bersama pimpinan daerah. Pemerintah akan mempertimbangkan sejumlah pilihan, mulai dari pengusulan program revitalisasi hingga penggunaan Dana Tidak Terduga apabila kerusakan memenuhi kriteria bencana.
Menurut Heriansyah, penggunaan DTT membutuhkan kajian singkat yang memastikan bahwa kerusakan tersebut memang disebabkan oleh bencana.
Ia mengupayakan agar penanganan dapat dilakukan tahun ini. Namun, realisasinya tetap bergantung pada hasil pemeriksaan, persyaratan program dan keputusan pembiayaan.
Heriansyah bilang di balik proses tersebut, ada kebutuhan yang lebih mendasar yaitu memastikan sekolah yang rusak berat tidak terus menjadi penghambat tersedianya fasilitas pendidikan yang aman bagi siswa. (Adv/Dd)
