SAJAK.ID – Sebuah lokasi yang sudah direncanakan belum tentu menjadi pilihan akhir. Begitu pula dengan ruang perlombaan yang harus disesuaikan dengan kebutuhan lain.
Menjelang pelaksanaan MTQ tingkat Provinsi Kalimantan Timur, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) masih memeriksa kembali sejumlah detail agar kegiatan berjalan tanpa kendala.
Pembahasan itu kembali mengemuka dalam rapat koordinasi Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) di Kantor LPTQ, Jalan Jelawat, Tenggarong, Kamis (15/10/2026).
Sekretaris Daerah Kukar, Sunggono, bersama jajaran panitia mengevaluasi laporan setiap bidang. Perubahan rencana dibahas berdasarkan hasil evaluasi harian dan kemungkinan risiko yang dapat muncul saat kegiatan berlangsung.
“Setiap perkembangan perlu kami evaluasi agar persiapannya tetap sesuai kebutuhan,” kata Sunggono.
Salah satu yang menjadi perhatian ialah lokasi kegiatan UMKM atau pasar. Semula, panitia merencanakan kegiatan tersebut di samping Kantor Bupati Kukar. Namun, muncul usulan untuk memusatkannya di kawasan Arbizz Space yang memiliki area untuk menampung pelaku UMKM.
Persoalan lain muncul pada rencana penggunaan lantai tiga gedung BPKAD sebagai tempat perlombaan. Ruangan itu kemungkinan digunakan tim BPK RI pada Desember mendatang. Karena itu, panitia perlu kembali menyesuaikan rencana lokasi.
Perubahan-perubahan tersebut menunjukkan bahwa persiapan tidak berhenti pada penyusunan konsep. Panitia juga harus memastikan setiap tempat dapat digunakan sesuai kebutuhan ketika pelaksanaan berlangsung.
“Persiapan secara konseptual sudah melampaui 80 persen,” tutur Sunggono.
Tahapan selanjutnya adalah mempresentasikan perkembangan persiapan kepada panitia provinsi. Sebelum itu, laporan resmi akan disampaikan kepada Bupati Kukar dengan melibatkan unsur panitia lainnya.
Di sisi lain, kesiapan kontingen tuan rumah juga terus diperhitungkan. Kukar akan mengikuti seluruh cabang lomba, tetapi jumlah peserta masih dapat berubah karena panitia sedang menghitung beberapa alternatif.
Pendaftaran belum dibuka. Peserta nantinya mendaftar melalui sistem daring sebelum menjalani daftar ulang secara langsung.
“Pendaftaran dilakukan secara online, kemudian peserta melakukan daftar ulang,” jelasnya.
Jumlah peserta yang diperkirakan datang ke Kukar mendekati 1.200 orang. Angka tersebut membuat urusan tempat menginap menjadi bagian penting dalam persiapan. Panitia telah mengidentifikasi hotel, guest house, dan penginapan lain di Tenggarong serta sekitarnya.
Bagi Sunggono, koordinasi menjadi kunci untuk memastikan seluruh kebutuhan saling terhubung. Lokasi lomba, aktivitas UMKM, kesiapan kontingen, dan akomodasi harus dipastikan sebelum pelaksanaan.
“Kami berharap semua unsur panitia bergerak dengan pemahaman yang sama,” pungkasnya. (Adv/Dd)
