SAJAK.ID – Lahan yang semula disiapkan seluas 5 hektare kini bertambah menjadi 7 hektare. Di Kecamatan Muara Badak, persiapan pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mulai terlihat melalui pekerjaan pembersihan lahan.
Di balik persiapan fisik tersebut, proses administratif juga berjalan. Dokumen Sekolah Rakyat telah berada di Kementerian Sosial, sementara pemerintah daerah menargetkan pembangunan fisiknya dapat terealisasi pada tahun depan.
Sekretaris Daerah Kukar, Sunggono, menyampaikan perkembangan itu saat diwawancarai di Pendopo Wakil Bupati Kukar, Sabtu (17/10/2026).
“Sekolah Rakyat ini berlokasi di Muara Badak,” ujarnya.
Bagi calon siswa, program ini diarahkan kepada anak-anak dari keluarga yang masuk kelompok desil 1 hingga desil 4. Kelompok tersebut menjadi sasaran penerimaan berdasarkan tingkat kesejahteraan keluarga.
Sunggono mengatakan pemerintah telah memiliki data calon siswa yang masuk dalam kriteria tersebut.
“Datanya sudah ada,” katanya.
Kini, pembangunan fisik menjadi tahapan yang dinantikan. Perluasan lahan dan proses administrasi menjadi bagian dari persiapan sebelum fasilitas pendidikan itu berdiri dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.
Di sektor lain, pemerintah juga menghadapi pekerjaan besar dalam pembangunan Koperasi Desa Merah Putih. Program ini direncanakan hadir di 193 desa dan 44 kelurahan di Kukar. Hingga saat ini, sekitar 179 desa telah memiliki bangunan koperasi.
Namun, tidak semua wilayah memiliki kondisi yang sama. Sebagian desa masih terkendala lahan, baik karena keterbatasan lokasi maupun karena lahan yang tersedia dikuasai pihak lain.
Persoalan lebih rumit ditemukan di kawasan perairan seperti Sepatin dan Muara Pantuan. Di wilayah tersebut, pembangunan koperasi menghadapi keterbatasan lahan daratan serta belum adanya petunjuk aturan yang jelas.
“Beberapa KDMP sudah ada yang beroperasi,” tutur Sunggono.
Perkembangan itu menunjukkan bahwa pembangunan di Kukar tidak hanya bergantung pada kesiapan program, tetapi juga pada kondisi wilayah dan kepastian aturan.
Di Muara Badak, Sekolah Rakyat tengah dipersiapkan untuk menjangkau keluarga berpenghasilan rendah, sedangkan di kawasan perairan, pembangunan koperasi masih menunggu solusi yang sesuai dengan karakter geografis setempat. (Adv/Dd)
