SAJAK.ID – Ketika listrik padam, masyarakat di wilayah Zona Hulu, Kecamatan Tabang, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), tidak hanya menghadapi persoalan penerangan. Akses internet dan layanan telepon seluler juga berpotensi terganggu akibat keterbatasan pasokan listrik.
Kondisi tersebut menjadi salah satu perhatian pemerintah Kecamatan Tabang di tengah pelaksanaan program RT-Ku Terbaik. Program yang menjadi bagian dari visi pembangunan Kabupaten Kukar itu mulai berjalan pada tiga bulan terakhir 2026.
Camat Tabang, Asmi Riyandi Elvander, menjelaskan bahwa pemerintah kecamatan telah menjalankan sejumlah tahapan untuk mendukung pelaksanaan program tersebut. Salah satunya melalui sosialisasi kepada seluruh ketua RT.
Sebelumnya, pemerintah kecamatan juga menerima penugasan pendamping dedikasi Kukar Idaman yang dikenal dengan sebutan Pendekar Kecamatan dan Desa.
Elvander mengatakan, pelaksanaan program RT-Ku Terbaik mengikuti linimasa yang telah ditetapkan pemerintah daerah.
“Kita sudah melakukan sosialisasi ke RT,” ujar Elvander saat diwawancarai di Gedu g Bappeda Kukar belum lama ini.
Selain menjalankan program tersebut, pemerintah kecamatan menyoroti persoalan listrik di wilayah Zona Hulu. Masyarakat di kawasan itu masih mengandalkan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) dengan mesin pembangkit sendiri.
Menurut Elvander, gangguan pasokan listrik dapat berdampak pada berbagai aktivitas masyarakat. Ketika terjadi pemadaman, layanan internet dan telepon seluler juga berpotensi terputus.
Untuk membantu memenuhi kebutuhan komunikasi, pemerintah kecamatan merencanakan pemasangan perangkat Starlink di setiap RT melalui program RT-Ku Terbaik.
Rencana tersebut ditujukan untuk mendukung ketersediaan akses internet bagi masyarakat. Namun, perangkat Starlink tetap membutuhkan sumber daya listrik agar dapat beroperasi.
Di sisi lain, rencana penyambungan jaringan PLN dari Buluq Sen menuju Zona Hulu juga menjadi perhatian. Berdasarkan informasi yang diterima Elvander, penyambungan tersebut direncanakan pada 2027 apabila belum dapat direalisasikan melalui APBD Perubahan 2026.
Sebelumnya, pemasangan jaringan listrik telah menjangkau wilayah dari Kembang Janggut hingga Buluq Sen.
Pemerintah kecamatan juga menyoroti pemanfaatan energi surya. Elvander menyebut penggunaan pembangkit listrik tenaga surya atau solar cell di Tabang belum maksimal.
Sejumlah warga telah memiliki fasilitas tersebut, termasuk masyarakat yang menerima bantuan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
Ia menjelaskan bahwa pemanfaatan energi alternatif masih perlu dikembangkan untuk membantu memenuhi kebutuhan listrik masyarakat.
“Baru sebagian masyarakat yang memiliki solar cell, termasuk beberapa warga yang mendapat bantuan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur,” jelas Elvander. (Adv/Dd)
