SAJAK.ID – Kegiatan majelis taklim di berbagai wilayah Kutai Kartanegara (Kukar) selama ini banyak bertumpu pada pembiayaan mandiri para anggotanya.
Untuk membantu menjaga keberlangsungan aktivitas tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar menyiapkan bantuan sebesar Rp25 juta bagi majelis-majelis taklim.
Program ini menjadi bagian dari 17 Program Dedikasi Kukar Idaman Terbaik yang diarahkan untuk memperkuat kegiatan keagamaan berbasis masyarakat.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar, Sunggono, menjelaskan bahwa majelis taklim memiliki peran lebih luas daripada sekadar menjadi tempat belajar agama. Organisasi tersebut turut berkontribusi dalam membangun kualitas pribadi dan kehidupan sosial masyarakat.
“Majelis taklim punya peran penting dalam membina kehidupan keagamaan masyarakat,” kata Sunggono, belum lama ini.
Menurut dia, keberadaan majelis taklim perlu mendapat perhatian pemerintah karena aktivitasnya juga berkontribusi terhadap pembentukan karakter dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).
Perhatian tersebut terutama ditujukan kepada kaum ibu dan perempuan yang aktif mengikuti kegiatan keagamaan di lingkungan masing-masing.
“Ibu-ibu memiliki posisi penting dalam membangun keluarga dan masyarakat, sehingga perlu kita perkuat,” ujarnya.
Namun, besarnya jumlah majelis taklim di Kukar membuat pemerintah daerah belum bisa menjangkau seluruh organisasi melalui bantuan tersebut.
Karena itu, Pemkab Kukar akan melakukan pendataan dan verifikasi dengan melibatkan Kementerian Agama (Kemenag). Langkah ini diperlukan untuk memastikan organisasi yang menerima bantuan benar-benar ada dan masih menjalankan kegiatan.
“Jumlah majelis taklim kita cukup banyak. Karena itu, penerima bantuan harus melalui proses pendataan terlebih dahulu,” jelasnya.
Sunggono menyebut bantuan Rp25 juta tersebut diarahkan sebagai insentif untuk membantu aktivitas majelis taklim yang selama ini banyak ditopang secara swadaya.
“Kita ingin kegiatan mereka tetap berjalan dan memperoleh dukungan dari pemerintah daerah,” pungkasnya. (Adv/Dd)
