SAJAK.ID – Pertemuan antara Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dan pemerintah pusat berlangsung di Pendopo Odah Etam Tenggarong, Jumat (6/11/2026). Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, menyambut langsung kunjungan dan silaturahmi Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI, Fahri Hamzah.
Kunjungan tersebut menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk membicarakan rencana penataan kawasan perkotaan Tenggarong, terutama kawasan permukiman di sepanjang bantaran Sungai Tenggarong.
Aulia menjelaskan, pertemuan itu merupakan tindak lanjut dari proposal yang sebelumnya disampaikan langsung kepada Fahri Hamzah di Jakarta.
“Ini menindaklanjuti proposal yang kemarin kami sampaikan langsung kepada beliau di Jakarta, terutama untuk penataan Kota Tenggarong,” ujarnya, Jumat (6/11/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Pemkab Kukar memaparkan rencana pengembangan kawasan Jalan Kartini dan Jalan Panjaitan menjadi Kota Mini Tenggarong dengan konsep riverside berkelas.
Menurut Aulia, Tenggarong memiliki posisi strategis sebagai etalase Kabupaten Kukar. Karena itu, penataan kawasan perkotaan menjadi salah satu perhatian pemerintah daerah.
Namun, rencana tersebut tidak hanya berbicara mengenai perubahan wajah kota. Pemerintah juga harus memperhatikan masyarakat yang selama ini bermukim di kawasan bantaran sungai.
Pemkab Kukar telah menyiapkan beberapa alternatif lokasi relokasi, di antaranya Mangkurawang dan Jongkang. Hunian yang direncanakan berupa rumah tapak tipe 36.
Selain itu, pemerintah daerah juga membahas koordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) terkait pembangunan turap dan pengerukan sungai.
Aulia berharap kunjungan Wakil Menteri PKP dapat memperkuat kerja sama antara pemerintah pusat dan daerah dalam mewujudkan penataan kawasan Tenggarong.
“Kita ingin semua pihak memiliki pemahaman yang sama, sehingga apa yang sudah direncanakan bisa dilaksanakan dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” tutupnya. (Adv/Dd)
