SAJAK.ID – Proses seleksi Pemuda Berprestasi dan Pemuda Pelopor yang digelar oleh Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kutai Kartanegara (Kukar) terus menunjukkan progres signifikan. Kepala Bidang Kepemudaan dan Kewirausahaan Dispora Kukar, Dery Wardhana, menjelaskan bahwa tahapan saat ini telah memasuki fase verifikasi lapangan atau fact-finding terhadap para peserta.
Setelah nama-nama peserta ditetapkan untuk verifikasi lapangan, tahap selanjutnya yang dilakukan adalah pengenalan dengan panitia pelaksana. Peserta juga akan mengikuti sesi foto dan pengambilan video profil yang akan digunakan sebagai bagian dari dokumentasi dan publikasi kegiatan.
Verifikasi lapangan akan dimulai pada Jumat, 23 Mei 2025 dan berlangsung hingga Minggu 25 Mei 2025. Proses ini akan dilakukan secara langsung oleh tim juri dan panitia, dengan mendatangi rumah atau lokasi kegiatan para peserta. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan kebenaran dan konsistensi dari program yang mereka ajukan dalam kompetisi.
“Fact-finding ini fungsinya untuk melihat secara jelas apakah gerakan yang mereka daftarkan itu benar-benar ada,” ujar Dery saat wawancara pada Kamis (22/5/2025).
Ia menyampaikan pentingnya verifikasi lapangan sebagai bentuk transparansi dan objektivitas penilaian.
Selain kategori Pemuda Berprestasi dan Pemuda Pelopor, kegiatan serupa juga akan dilaksanakan untuk peserta Wirausaha Muda Pemula (WMP). Verifikasi untuk kategori WMP dijadwalkan pada tanggal 28, 30, dan 31 Mei mendatang. Sebanyak 15 peserta dari lima kategori WMP akan mengikuti tahapan ini.
Enam peserta dari kategori Pemuda Pelopor juga akan menjalani tahapan verifikasi yang sama. Proses ini akan melibatkan juri dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, seperti Dinas Pariwisata, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pertanian, dan Dinas Ketahanan Pangan, guna memastikan evaluasi dilakukan secara komprehensif.
Setelah seluruh proses verifikasi selesai, para peserta akan mendapatkan sesi bimbingan intensif pada tanggal 3 Juni. Bimbingan ini akan dipandu oleh para ahli di bidang masing-masing, guna mempersiapkan peserta menuju malam puncak atau grand final.
Materi bimbingan akan mencakup pelatihan public speaking yang dibawakan oleh Bapak Made Kartayasa, sesi pengembangan kepribadian oleh Ibu Rina Juwita, dan teknik presentasi oleh Mas Aldi Dian Danan. Sesi ini diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan diri dan performa peserta di panggung final.
Grand final kompetisi ini akan digelar pada 4 Juni di aula lantai atas kantor Dispora Kukar. Malam penentuan ini akan menjadi ajang pembuktian dari seluruh peserta yang telah lolos berbagai tahapan seleksi sebelumnya.
Pengumuman pemenang dan pembagian hadiah akan dilakukan bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober mendatang, seperti tradisi tahun-tahun sebelumnya. Momen ini akan menjadi puncak apresiasi bagi pemuda-pemudi terbaik Kukar.
Dery juga menyoroti antusiasme yang meningkat dalam ajang tahun ini. Jumlah pendaftar tercatat hampir mencapai 130 orang dari seluruh kategori, dua kali lipat dari tahun-tahun sebelumnya yang hanya berkisar 60-70 peserta.
Menurutnya, peningkatan ini menandakan kesadaran dan semangat pemuda Kukar yang terus tumbuh dalam berkontribusi terhadap pembangunan dan inovasi daerah. Ia berharap tren positif ini bisa terus berlanjut di masa depan.
Tak hanya dari segi jumlah, kualitas peserta pun mengalami lonjakan signifikan. Dery mengungkapkan bahwa beberapa peserta Pemuda Berprestasi telah mengukir prestasi hingga ke tingkat internasional, sesuatu yang tak pernah diduga akan muncul di ajang tingkat kabupaten.
“Kami sangat bangga dan terkejut dengan pencapaian mereka. Harapannya, ajang ini bisa menjadi batu loncatan untuk mengantarkan mereka ke tingkat provinsi, bahkan nasional,” pungkasnya.(Adv)
