SAJAK.ID – Bupati Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri memastikan seluruh program dalam Dedikasi Kukar Idaman Terbaik tetap berjalan meskipun APBD 2026 diperkirakan mengalami penurunan.
Bupati Aulia menyebut bahwa penyesuaian anggaran tidak akan menghentikan program prioritas yang telah dijanjikan kepada masyarakat.
Ia mencontohkan bahwa program RT-ku Terbaik tetap dilanjutkan karena memuat berbagai layanan strategis yang menyentuh kebutuhan warga.
Untuk memastikan sasaran program tepat dan merata, Pemkab Kukar menerapkan sistem data satu pintu berbasis Database Terpadu Sosial Nasional (DTSN). Basis data ini digunakan untuk intervensi menyasar masyarakat miskin agar program pengentasan kemiskinan berjalan efektif.
“Kami ingin memastikan seluruh masyarakat miskin di Kukar tersentuh program pengentasan kemiskinan. Harapannya kemiskinan ekstrem bisa menjadi zero,” kata Aulia.
Ia menjelaskan bahwa 17 program Dedikasi Kukar Idaman Terbaik tetap dijalankan dengan penyesuaian kebutuhan di tiap kawasan.
Bupati Aulia bilang, besaran anggaran yang sebelumnya diproyeksikan, seperti Rp100 miliar per kawasan dari lima kawasan pengembangan, bisa berubah setelah dilakukan pemetaan kebutuhan di lapangan.
Salah satu fokus utama yang tetap dipertahankan adalah peningkatan produktivitas petani, nelayan, dan pelaku UMKM. Target 100 ribu penerima manfaat tidak berubah, dengan penguatan melalui pelatihan teknis sebelum bantuan diberikan.
Sebagai contoh, untuk program peternak milenial ayam petelur, peserta akan menjalani pelatihan tiga hingga lima hari yang mencakup proses budidaya dari hulu hingga hilir.
“Kita upayakan ini agar bantuan tidak hanya diterima, tetapi juga mampu memberikan dampak ekonomi kepada masyarakat, ” tuturnya. (Adv)
