SAJAK.ID – Sebanyak 129 pelaku usaha dari berbagai sektor menghadiri Silaturahmi Pemkab Kutai Kartanegara dengan badan usaha di Ballroom Kartanegara Hotel Fugo Samarinda, Jumat (28/11/2025).
Bupati Kukar Aulia Rahman Basri memimpin langsung pertemuan yang juga dirangkai dengan CSR Award ke-V tersebut.
Dalam forum itu, Aulia menegaskan bahwa kebersamaan antara pemerintah dan dunia usaha harus diwujudkan dalam bentuk kontribusi nyata bagi masyarakat.
Ia menekankan bahwa perusahaan merupakan bagian penting dalam pemerataan pembangunan, terutama melalui program CSR.
“Kita tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Perusahaan yang beroperasi di Kukar harus menjadi mitra dalam membangun kesejahteraan masyarakat,” tegas Aulia.
Kepala DPMDPTSP Kukar, Alfian Noor, melaporkan bahwa perusahaan yang hadir berasal dari sektor pertambangan, migas, perkebunan, kehutanan, industri, perbankan, hingga jasa lainnya. Dari total 963 perusahaan besar dan menengah yang tercatat, hanya 10 sampai 15 persen perusahaan besar yang diundang sebagai peserta silaturahmi.
Alfian juga menyampaikan bahwa total investasi yang masuk ke Kukar sejak 2020–2025 mencapai Rp67,5 triliun, dengan serapan tenaga kerja sebanyak 54.630 orang. Ia berharap ke depan perusahaan semakin memprioritaskan tenaga kerja lokal.
Dalam agenda CSR Award ke-V, Pemkab Kukar memberikan penghargaan kepada perusahaan yang berkontribusi pada program JKN. Sebanyak 12 perusahaan meraih kategori bronze, 25 kategori silver, dan 25 kategori gold.
Penghargaan juga diberikan kepada pembina program Kalpataru, kampung iklim, adiwiyata, serta perusahaan yang aktif menurunkan emisi gas rumah kaca.
Kegiatan ini juga ditandai dengan penandatanganan komitmen kemitraan antara perusahaan besar dengan UMKM, BUMDes, dan koperasi untuk program tahun 2026.
Bupati Aulia menyebut bahwa CSR dan program kolaborasi lain harus berjalan beriringan dengan visi pembangunan Kukar Idaman Terbaik.
“Semua program ini harus selaras. Kita adalah satu keluarga besar Kutai Kartanegara,” ujar Aulia.
Ia berharap silaturahmi serupa digelar rutin dan dikelompokkan berdasarkan sektor agar lebih fokus dan efektif.
“Yang terpenting adalah menyatukan persepsi dalam membangun Kukar,” tuturnya.(Adv)
