SAJAK.ID – Upaya desa dalam menekan angka stunting tidak selalu dimulai dari program besar. Di Desa Kahala, Kecamatan Kenohan, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), pemanfaatan pangan lokal untuk pemberian makanan tambahan (PMT) di Posyandu menjadi salah satu inovasi yang mengantarkan desa tersebut masuk tiga besar nominasi nasional desa berkinerja baik dalam percepatan penanganan stunting.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar, Arianto, menyebut capaian Desa Kahala menjadi kebanggaan tersendiri bagi daerah. Terlebih, Kukar kembali dipercaya mewakili Kalimantan Timur dalam penilaian tingkat nasional selama dua tahun berturut-turut.
Tahun sebelumnya, Desa Muara Wis, Kecamatan Muara Wis, berhasil menembus enam besar nasional. Kini, Desa Kahala melanjutkan capaian tersebut dengan masuk tiga besar dan berpeluang meraih posisi pertama.
“Sekarang sudah masuk tiga besar. Harapan kita bisa menjadi nomor satu nasional,” kata Arianto.
Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam penilaian adalah bagaimana desa mengembangkan intervensi stunting dengan memanfaatkan potensi di lingkungannya sendiri.
Desa Kahala mengolah pangan lokal menjadi makanan tambahan yang diberikan dalam kegiatan Posyandu. Pelaksanaannya juga melibatkan kolaborasi dengan pihak ketiga sehingga program tidak hanya mengandalkan sumber daya pemerintah desa.
Bagi Arianto, capaian tersebut memperlihatkan pentingnya keterlibatan pemerintah desa dalam menjalankan program prioritas nasional. Sebab, keberhasilan penanganan stunting tidak cukup hanya bergantung pada kebijakan pemerintah kabupaten, tetapi juga membutuhkan perencanaan dan pelaksanaan program hingga tingkat desa.
Pemerintah pusat dan daerah turut mengawal komitmen penganggaran penanganan stunting melalui Dana Desa maupun Alokasi Dana Desa (ADD). Pengawasan dilakukan sejak tahap perencanaan, pelaksanaan hingga melihat dampak program terhadap kondisi masyarakat.
Desa Kahala kini menunggu hasil akhir penilaian yang melibatkan tim dari Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Desa.
Arianto menyebut pengumuman diperkirakan diketahui dalam waktu sekitar dua minggu setelah wawancara.
Di tengah penantian tersebut, ia berharap prestasi Kahala tidak berhenti sebagai kebanggaan satu desa. Dari total 193 desa di Kukar, ia ingin semakin banyak pemerintah desa yang menjadikan penanganan stunting sebagai bagian penting dalam pembangunan.
“Harapan kita, 193 desa ini juga bisa fokus memprogramkan penanganan stunting sesuai mandat dan kewenangan yang diberikan kepada desa,” ujarnya. (Adv/Dd)
