SAJAK.ID – Kerusakan Jalan Martadinata dan Jalan Sukarelawan sudah lama dikeluhkan masyarakat Kelurahan Muara Jawa Ilir, Kecamatan Muara Jawa, Kutai Kartanegara (Kukar).
Kondisi jalan yang rusak dan kerap terendam air pasang membuat warga kesulitan melintas, terutama ketika air sungai naik.
Camat Muara Jawa, Muhammad Ramli, membawa persoalan tersebut ke meja rapat bersama Komisi III DPRD Kukar, Selasa (20/10/2026).
Bersama sejumlah perwakilan masyarakat, ia menyampaikan kebutuhan perbaikan kedua ruas jalan itu dalam rapat dengar pendapat (RDP) di Ruang Komisi III DPRD Kukar.
“Kalau kondisi sekarang, memang sangat tidak layak dilewati,” kata Ramli.
Ada dua ruas jalan yang menjadi prioritas usulan masyarakat. Jalan Martadinata memiliki panjang sekitar 1,7 kilometer, sedangkan Jalan Sukarelawan sekitar 1,3 kilometer. Total panjang kedua ruas tersebut mencapai sekitar 3 kilometer.
Ramli menjelaskan, persoalan jalan bukan hanya kerusakan permukaan. Saat air pasang, sebagian jalan terendam sehingga aktivitas masyarakat ikut terganggu.
“Kalau air pasang, jalan bisa tenggelam. Warga jadi tidak leluasa lewat,” ujarnya.
Dalam RDP tersebut, Ramli menyampaikan adanya komitmen anggota DPRD Kukar untuk mengalokasikan anggaran minimal Rp5 miliar bagi usulan perbaikan jalan pada 2027.
“Insyaallah, komitmennya minimal Rp5 miliar,” ungkapnya.
Meski begitu, ia menyadari waktu pengerjaan bergantung pada proses penganggaran dan kesiapan dinas teknis. Ramli berharap anggaran dapat dialokasikan pada awal tahun sehingga pekerjaan bisa dimulai paling cepat pada pertengahan 2027.
“Kalau kami maunya cepat, tapi tetap tergantung anggaran dan pelaksanaannya,” jelasnya.
Ramli menyebut estimasi biaya semenisasi mencapai sekitar Rp10 miliar per kilometer. Dengan total panjang sekitar 3 kilometer, kebutuhan anggaran diperkirakan mencapai Rp30 miliar, belum termasuk pembangunan turap maupun penambahan badan jalan.
Bagi Ramli, pembahasan bersama DPRD menjadi langkah untuk mendorong perbaikan yang telah lama ditunggu warga. Ia berharap usulan tersebut berlanjut hingga tahap pelaksanaan.
“Harapan kami, ini segera terealisasi karena masyarakat sudah lama menunggu,” tutupnya. (Adv/Dd)
