SAJAK.ID – Kedatangan ribuan orang ke Kutai Kartanegara (Kukar) pada Desember mendatang tidak hanya akan memenuhi arena Musabaqah Tilawatil Quran dan Hadis (MTQH) XLVI Tingkat Provinsi Kalimantan Timur.
Hotel, rumah makan, tempat wisata, hingga berbagai usaha masyarakat juga berpeluang merasakan dampak dari kegiatan tersebut.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar melihat perhelatan yang berlangsung pada 3–11 Desember 2026 itu sebagai momentum untuk menggerakkan aktivitas ekonomi lokal.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar sekaligus Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kukar, Sunggono, mengatakan pihaknya telah berkomunikasi dengan Dinas Pariwisata untuk mempersiapkan berbagai sektor usaha sebelum kedatangan peserta dari 10 kabupaten/kota.
“Pertama memastikan bahwa upaya teman-teman Dinas Pariwisata dalam membina seluruh struktur di bidang pariwisata ini berjalan,” ungkapnya saat ekspose MTQH di Pendopo Odah Etam, Selasa (3/11/2026).
Menurut Sunggono, kesiapan tersebut perlu melibatkan berbagai pihak, terutama penggiat wisata, pengusaha perhotelan, rumah makan, dan pelaku usaha lainnya.
Dia memperkirakan sekitar 1.516 orang akan hadir dalam kegiatan tersebut. Jumlah itu belum termasuk potensi kunjungan masyarakat yang ingin menyaksikan perlombaan dan berbagai rangkaian acara.
Besarnya jumlah orang yang datang membuka peluang transaksi ekonomi selama kegiatan berlangsung. Sunggono memberikan gambaran melalui asumsi pengeluaran setiap peserta sebesar Rp100 ribu per hari.
Jika dikalikan dengan jumlah peserta dan durasi kegiatan, potensi perputaran uang diperkirakan mencapai sekitar Rp1,8 miliar.
Namun, dia mengingatkan bahwa peluang tersebut harus diikuti dengan kesiapan pelaku usaha agar mampu memberikan pelayanan yang baik kepada pengunjung.
“Yang mungkin menjadi pekerjaan rumah ke depan adalah bagaimana sumber daya teman-teman di bidang pariwisata bisa lebih ditingkatkan,” katanya.
Di luar persiapan ekonomi, Pemkab Kukar juga memastikan kebutuhan peserta MTQH dapat terpenuhi. Pemerintah daerah berkomitmen menyediakan akomodasi, transportasi, katering, hingga layanan medis.
Sunggono menyebutkan, persiapan teknis penyelenggaraan juga terus berjalan. Panitia telah memperoleh persetujuan pengurus MTQ Provinsi Kaltim terhadap sejumlah komponen kegiatan, termasuk jadwal, logo, dan maskot.
“Kami sudah membuat desain di semua venue dan arena, termasuk pemanfaatan ruang untuk pelaksanaan kegiatan,” jelasnya.
Kafilah Kukar sendiri diperkirakan berjumlah sekitar 170 orang. Sementara peserta dari seluruh kabupaten/kota diperkirakan mencapai 1.516 orang.
Bagi pemerintah daerah, keberhasilan MTQH tidak hanya diukur dari kelancaran perlombaan. Lebih dari itu, kegiatan ini diharapkan menjadi ruang memperkuat persaudaraan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.
Sunggono menegaskan, nilai utama penyelenggaraan MTQH tetap berada pada syiar keagamaan, bukan semata-mata persaingan untuk memperoleh kemenangan. (Adv/Dd)
