SAJAK.ID – Kepengurusan baru National Paralympic Committee Of Indonesia (NPCI) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) periode 2025–2029 resmi dilantik.
Prosesi Pelantikan tersebut berlangsung di Pendopo Odah Etam, Minggu (20/4/2025), yang dilakukan oleh Ketua NPCI Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) disaksikan langsung oleh Bupati Kukar, Edi Damansyah dan Kepala Dispora Kukar Aji Ali Husni.
Dalam sambutannya, Ketua NPCI Kukar, Muhammad Bisyron menyampaikan apresiasi kepada jajaran pengurus sebelumnya yang telah bekerja keras membangun pondasi organisasi dan dilanjutkan oleh kepengurusan baru sebagai tongak estapet.
“Saya ingin mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus yang baru dilantik. Semoga amanah ini dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan dedikasi,” kata Bisyron.
Ia juga memberi penghargaan khusus kepada pengurus periode sebelumnya atas kontribusi mereka.
“Berkat kerja keras dan dedikasi beliau-beliau, kita telah melihat kemajuan yang signifikan dalam pembinaan atlet-atlet disabilitas di kabupaten tercinta ini,” ujarnya.
Saat ini, NPCI Kukar membina 75 atlet disabilitas aktif dari berbagai cabang olahraga. Dalam ajang Pekan Paralimpik Daerah (Peparda) Kaltim terakhir, para atlet Kukar berhasil menyumbangkan 15 medali.
Mereka, sambung dia, berasal dari ragam latar belakang disabilitas, seperti tunadaksa, tunanetra, intelektual, hingga cerebral palsy.
Dengan semakin bertambahnya jumlah atlet, sebutnya NPCI Kukar melihat potensi besar untuk mendorong prestasi ke tingkat lebih tinggi.
Namun, tantangan tetap ada, khususnya terkait dengan kebutuhan infrastruktur olahraga yang inklusif dan sistem pembinaan yang lebih berkelanjutan.
“Sebagai Ketua terpilih, saya membawa visi besar untuk mewujudkan Kutai Kartanegara sebagai kabupaten yang mengedepankan kesetaraan dan inklusi bagi atlet disabilitas, serta menjadi salah satu basis pengembangan atlet paralimpik terbaik di Indonesia,” ucapnya.
Ia mengatakan visi ini bukan sekadar slogan, melainkan komitmen yang akan kita wujudkan melalui berbagai program konkret dan terukur.
Dalam misi organisasi ke depan, sambung Bisyron NPCI Kukar akan fokus meningkatkan kesadaran masyarakat tentang potensi atlet disabilitas, mengembangkan pembinaan yang sistematis, memperluas akses terhadap fasilitas olahraga yang ramah difabel, serta memperkuat sinergi dengan pemerintah dan sektor swasta.
Ia menyebutkan secara jangka pendek, NPCI menargetkan peningkatan jumlah atlet disabilitas aktif sebesar 15 persen dalam satu tahun ke depan, serta melakukan pemetaan bakat di setiap kecamatan.
Sementara dalam jangka panjang, NPCI Kukar berharap bisa menempatkan minimal lima atlet di tim nasional dan meraih setidaknya 25 medali pada Peparnas 2028.
Salah satu target utama kami adalah meningkatkan jumlah atlet yang berpartisipasi di Pekan Paralimpik Provinsi (Peparprov) Kaltim sebesar 15-20% dalam 1 tahun depan.
“Ini bukan target yang mudah, tetapi dengan kerjasama dan komitmen dari seluruh pemangku kepentingan, saya yakin kita bisa mencapainya,” tuturnya.
Ia mengatakan kita juga akan fokus pada cabang olahraga yang menjadi keunggulan atlet Kukar seperti atletik, renang tenis meja dan bulutangkis tanpa mengabaikan cabang olahraga lainnya.
Melalui visi dan misi ini, kami berkomitmen untuk tidak hanya mengembangkan prestasi olahraga, tetapi juga membentuk karakter atlet yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing tinggi.
“Kita ingin atlet disabilitas Kutai Kartanegara menjadi inspirasi bagi seluruh masyarakat Indonesia, khususnya di Kaltim,” pungkasnya. (adv)
