SAJAK.ID – Pelaksanaan Pesta Paduan Suara Gerejawi atau Pesparawi ke-IV Kabupaten Kutai Kartanegara di Muara Badak tak hanya menjadi ajang unjuk bakat paduan suara, tetapi juga momentum memperkuat toleransi dan hubungan sosial antarumat beragama.
Gelaran yang diikuti 1.600 peserta dari 17 kecamatan ini menghadirkan berbagai kategori lomba, mulai dari paduan suara dewasa campuran hingga musik etnik rohani, yang menunjukkan kekayaan seni gerejawi di Kukar.
Bupati Kukar Aulia Rahman Basri dalam sambutannya menegaskan komitmen pemerintah daerah mendukung perkembangan seni budaya melalui pembinaan berkelanjutan kepada pelaku seni gerejawi.
Ia menilai prestasi paduan suara Kukar yang telah menembus tingkat internasional merupakan bukti kemampuan dan buah dedikasi para pelatih dan peserta.
Menurutnya, Pesparawi memiliki nilai strategis bagi masyarakat karena berperan mengaktifkan jejaring sosial lintas jemaat hingga lintas kecamatan.
Ajang ini disebutnya efektif memperkuat solidaritas dan mempererat hubungan warga di tengah keberagaman etnis maupun keyakinan di Kukar.
Menurut Bupati Aulia, selain menjadi arena pembinaan seni, kegiatan ini juga dipandang sebagai sarana mendidik generasi muda agar mengutamakan nilai kebersamaan, kedamaian, dan harmoni.
“Harapan kita pelaksanaan Pesparawi tahun depan dapat diikuti seluruh kecamatan, khususnya yang tahun ini belum mengirimkan kontingen,” pungkasnya.
Rangkaian acara pembukaan berlangsung meriah dengan penampilan paduan suara gabungan serta tarian adat Dayak sebagai simbol penyambutan.
Malam pembukaan ditutup dengan kehadiran grup Band Kerispatih yang berhasil memukau ribuan penonton. Hal ini menandai dimulainya kompetisi yang akan berlangsung selama beberapa hari ke depan.(Adv)
