SAJAK.ID – Bagi sebagian anak, hari pertama sekolah mungkin sesederhana memakai seragam baru, memasukkan buku ke dalam tas, lalu berangkat bersama teman-teman.
Tapi bagi sebagian keluarga, seragam dan perlengkapan sekolah tetap berarti pengeluaran yang harus dipikirkan.
Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara mencoba mengurangi beban itu.
Pemkab Kukar secara simbolis membagikan seragam dan perlengkapan sekolah gratis kepada murid baru jenjang PAUD, SD, hingga SMP. Pembagian berlangsung di SMP Negeri 3 Tenggarong, Senin (10/8/2026).
Lebih dari 30 ribu seragam disiapkan untuk anak-anak yang akan memulai pendidikan di Kukar.
Program ini menjadi bagian dari Program Dedikasi Kukar Idaman Terbaik. Pemerintah daerah menyebut bantuan tersebut sebagai bentuk dukungan agar anak-anak Kukar dapat memulai pendidikan dengan lebih siap.
Bupati Kukar Aulia Rahman Basri mengatakan, pendidikan anak bukan hanya tanggung jawab sekolah dan orang tua. Pemerintah daerah juga memiliki kewajiban untuk memastikan anak-anak mendapatkan dukungan ketika memasuki dunia pendidikan.
“Program ini merupakan kewajiban Pemkab Kukar,” kata Aulia.
Menurutnya, pembagian seragam gratis tidak berhenti pada seremoni tahun ini. Program tersebut direncanakan berlangsung setiap tahun.
“Hari ini secara simbolis kita serahkan untuk PAUD, SD dan SMP. Seragam ini lebih dari 30 ribu paket,” ujarnya.
Ada harapan yang lebih besar di balik tumpukan seragam itu: anak-anak tidak datang ke sekolah dengan rasa minder karena perlengkapan yang berbeda, apalagi kehilangan semangat hanya karena persoalan kebutuhan sekolah.
Aulia berharap bantuan tersebut membuat anak-anak lebih siap dan bersemangat mengikuti pendidikan.
“Kita berharap anak-anak kita punya semangat untuk memulai pendidikan,” katanya.
Serah terima simbolis di SMP Negeri 3 Tenggarong turut dihadiri Ayahanda Sultan Kutai Kartanegara, Ketua DPRD Kukar, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kukar, serta perwakilan Polres dan Kodim.
Bagi pemerintah, seragam itu mungkin hanya bagian kecil dari perjalanan pendidikan.
Namun bagi seorang anak yang baru membuka lembar pertama perjalanan sekolahnya, seragam baru bisa menjadi tanda bahwa ada banyak pihak yang berharap ia terus belajar dan kelak menjadi generasi penerus Kutai Kartanegara.
“Jadilah generasi penerus di Kukar,” pesan Aulia. (*)
