SAJAK.ID — Ada satu persoalan yang ingin dibenahi Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara dalam pengembangan pendidikan: bagaimana membuat kepala sekolah lebih berani mengambil langkah baru.
Persoalannya bukan karena sekolah kekurangan program. Justru sebaliknya, banyak ruang yang bisa dikembangkan. Namun, ketika sebuah inovasi hendak dijalankan, masih ada kepala sekolah yang ragu menentukan apakah langkah tersebut benar-benar aman untuk dilakukan.
Hal itu menjadi salah satu pembahasan dalam pertemuan Pemkab Kukar dengan Kepala Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia (LAN RI) di Pendopo Odah Etam Tenggarong, Kamis malam (1/10/2026).
Bupati Kukar Aulia Rahman Basri menyambut langsung rombongan Kepala LAN RI. Pertemuan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat kerja sama yang selama ini telah berjalan antara kedua lembaga.
“Kita mengucapkan terima kasih kepada LAN RI yang selama ini sudah banyak sekali membantu pemerintah daerah Kabupaten Kutai Kartanegara, utamanya dalam sektor pengembangan sumber daya manusia,” ujar Aulia.
Selama ini, kerja sama tersebut telah mendukung berbagai pelatihan aparatur, termasuk Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) dan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN).
Kini, Pemkab Kukar ingin membawa pola pengembangan itu lebih dekat ke sekolah.
Kepala sekolah SD dan SMP akan menjadi salah satu sasaran penguatan kapasitas. Mereka diharapkan tidak hanya menjalankan administrasi sekolah, tetapi mampu membaca kebutuhan sekolah, mengembangkan program dan berani melahirkan inovasi.
“Yang kami bicarakan adalah pelatihan-pelatihan ke depan kita persiapkan untuk teman-teman kepala sekolah, baik itu SD maupun SMP yang merupakan kewenangan dari pemerintah daerah Kabupaten Kutai Kartanegara,” katanya.
Bagi Aulia, kemampuan tersebut penting karena kepala sekolah memiliki ruang yang besar untuk menentukan arah pengembangan satuan pendidikan.
Melalui pendampingan LAN RI, Pemkab Kukar juga ingin agar sumber daya yang sudah tersedia di sekolah dapat dimanfaatkan lebih optimal, termasuk dana BOSNAS dan BOSDA.
“Kita berharap dengan pendampingan dari LAN ini maka akan muncul inovasi-inovasi yang ada di sekolah-sekolah kita,” ujarnya.
Ukuran keberhasilannya, kata Aulia, bukan sekadar banyaknya program yang dibuat. Inovasi harus memberikan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.
“Salah satu yang akan kita fokuskan adalah untuk mempersiapkan kemampuan kepemimpinan sekolah-sekolah,” katanya.
Kerja sama ini sendiri bukanlah hubungan yang baru dimulai. MoU yang ditandatangani merupakan perpanjangan dari kerja sama Pemkab Kukar dan LAN RI yang sebelumnya telah berjalan.
Aulia berharap hubungan tersebut tidak berhenti di atas dokumen kerja sama. Pelatihan kepemimpinan, pengembangan Corporate University, kajian kebijakan dan inovasi pelayanan publik diharapkan benar-benar diterjemahkan menjadi program.
Bagi Kukar, kebutuhan itu semakin penting karena wilayahnya luas dan tantangan pembangunannya kompleks, termasuk posisinya sebagai salah satu daerah mitra IKN.
“Kukar sebagai kabupaten dengan wilayah terluas dan dengan tantangan pembangunan yang sangat kompleks, terutama sebagai mitra IKN, sangat membutuhkan ASN yang profesional, berintegritas dan berdaya saing. Kerjasama dengan LAN RI adalah sebuah kebutuhan,” ujar Aulia. (Adv/Dd)
