SAJAK.ID – Produk UMKM Kutai Kartanegara kini memiliki etalase digital baru. Pemerintah Kabupaten Kukar meluncurkan Kukar Go, sebuah platform yang dirancang mempertemukan pelaku usaha lokal dengan konsumen dalam satu wadah.
Platform tersebut diluncurkan Bupati Kukar Aulia Rahman Basri di kawasan Arbizz Space, Taman Pujasera, Tenggarong, Sabtu (3/10/2026), bertepatan dengan peringatan Hari Koperasi ke-79 dan Hari UMKM Nasional ke-10.
Aulia mengatakan Kukar Go dibangun dengan konsep menyerupai marketplace, tetapi memiliki sejumlah perbedaan. Salah satunya, pelaku usaha tidak dikenakan biaya pendaftaran maupun potongan dari transaksi.
“Karena bagusnya marketplace kita ini tanpa biaya,” kata Aulia.
Melalui platform tersebut, masyarakat dapat mencari berbagai produk yang ditawarkan pelaku UMKM Kukar. Harga barang juga ditampilkan secara terbuka sehingga pembeli dapat mengetahui harga sebelum melakukan transaksi.
Kukar Go menjadi bagian dari upaya Pemkab Kukar memperluas akses pasar bagi UMKM. Aulia menyebut jumlah UMKM di daerah tersebut mencapai sekitar 41 ribu, dengan sekitar 23 ribu di antaranya telah terverifikasi dan memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB).
Ia mendorong pelaku UMKM yang belum memiliki NIB segera mengurus legalitas usahanya. Menurutnya, legalitas tersebut akan memudahkan pemerintah memberikan fasilitas, pendampingan dan perlindungan kepada pelaku usaha.
Tak berhenti pada pemasaran digital, Pemkab Kukar juga menyiapkan dukungan pembiayaan melalui program Kredit Kukar Idaman Terbaik.
Melalui program tersebut, pelaku UMKM yang memenuhi persyaratan dan dinilai layak direncanakan dapat memperoleh akses pembiayaan hingga Rp500 juta tanpa bunga.
“Harapan kita cita-cita kita membuat UMKM kita naik kelas itu bisa terwujud dengan baik,” ujar Aulia.
Saat ini Kukar Go masih memanfaatkan WhatsApp sebagai sarana penghubung antara penjual dan pembeli. Pemerintah daerah berencana menyempurnakan platform tersebut agar ke depan memiliki aplikasi dan sistem yang lebih terintegrasi.
Pemkab Kukar juga berharap Bankaltimtara dapat berkolaborasi dalam pengembangan sistem pembayaran digital yang nantinya terhubung dengan Kukar Go.
Karena umlah UMKM yang mencapai puluhan ribu, Aulia berharap Kukar Go tidak hanya menjadi etalase produk lokal, tetapi berkembang menjadi bagian dari ekosistem ekonomi non-ekstraktif di Kukar. (Adv/Dd)
