SAJAK.ID – Udara yang tak selalu bersih membuat aktivitas di luar rumah perlu dipertimbangkan. Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan masih muncul secara fluktuatif, sementara cuaca panas turut menguji daya tahan tubuh masyarakat.
Di tengah kondisi itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus mengingatkan warga agar tidak mengabaikan kesehatan.
Kepala Dinkes Kukar, Ismi Mufiddah, mengatakan imbauan penggunaan masker dan pembatasan aktivitas di luar rumah terus dilakukan, terutama ketika kualitas udara memburuk.
“Kemarin keluar Surat Edaran Bupati Kukar terkait kewaspadaan karhutla, kami rutin mengimbau warga untuk mengurangi aktivitas di luar rumah jika tidak ada keperluan mendesak,” kata Ismi saat ditemui di Pendopo Odah Etam Tenggarong, Jumat (2/10/2026).
Kekhawatiran itu bukan tanpa alasan. Data Dinkes Kukar menunjukkan kasus ISPA mengalami peningkatan signifikan dalam beberapa bulan terakhir.
Dia bilang, sebanyak 11.025 kasus tercatat pada Agustus 2026, sementara September masih berada di kisaran 10.000 kasus.
Karena itu, perlindungan diri tidak berhenti pada penggunaan masker. Warga juga diminta memperhatikan kebutuhan cairan tubuh agar terhindar dari dehidrasi selama cuaca terik.
Pola makan pun menjadi perhatian. Dinkes mengingatkan masyarakat untuk mengonsumsi makanan bergizi seimbang, terutama yang tinggi serat dan rendah gula serta lemak. Multivitamin juga dapat dikonsumsi untuk membantu menunjang daya tahan tubuh.
Namun, menjaga kesehatan bukan hanya soal mencegah. Dinkes Kukar juga mendorong masyarakat mengetahui kondisi tubuhnya melalui layanan cek kesehatan gratis di seluruh Puskesmas.
Layanan ini bahkan dilakukan dengan sistem jemput bola, salah satunya di kawasan Rawa Makmur. Sasaran pemeriksaan mencakup seluruh kelompok usia, dari bayi baru lahir, anak sekolah, orang dewasa hingga lansia.
“Tujuannya untuk deteksi dini penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes, sehingga jika ada indikator gula darah atau tensi tinggi, bisa segera ditangani secara dini,” ujar Ismi.
Di tengah udara yang berubah dan cuaca yang semakin terik, pesan Dinkes Kukar sederhana: lindungi diri saat berada di luar dan jangan menunggu sakit untuk memeriksakan kesehatan. (Adv/Dd)
