SAJAK.ID – Di balik upaya menjaga harga kebutuhan masyarakat, ada tim yang rutin memantau perkembangan ekonomi daerah. Di Kutai Kartanegara (Kukar), kerja tersebut menjadi salah satu perhatian pemerintah daerah melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).
Bupati Kukar Aulia Rahman Basri menyebut daerahnya kembali meraih peringkat pertama penilaian TPID tingkat Pulau Kalimantan. Prestasi tersebut telah dipertahankan selama empat tahun berturut-turut.
Menurut Aulia, capaian itu tidak terlepas dari upaya menjaga stabilitas harga dan memantau perkembangan ekonomi secara berkala.
“Alhamdulillah, Kukar kembali menjadi juara pertama TPID se-Kalimantan. Ini sudah empat tahun berturut-turut,” katanya saat diwawancarai di Pendopo Odah Etam, Tenggarong, Jumat (23/10/2026).
Ia menjelaskan, pemerintah daerah menjalankan dua tim dengan tugas berbeda, yakni TPID untuk pengendalian inflasi dan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan.
“TPID fokus menjaga harga tetap terkendali, sedangkan TPAKD membantu masyarakat agar lebih mudah mengakses layanan keuangan,” jelasnya.
Aulia mengatakan, pemantauan inflasi dilakukan secara rutin melalui rapat mingguan. Perkembangan harga dan kondisi ekonomi menjadi bahan pembahasan untuk menentukan langkah berikutnya.
“Kami rapat setiap minggu untuk melihat perkembangan inflasi. Dari situ, kami membahas apa yang perlu dilakukan supaya kondisi ekonomi tetap terjaga,” ungkapnya.
Selain pengendalian harga, pemerintah daerah juga mendorong program Kredit Kukar Idaman Terbaik.
Melalui program ini, pemerintah menanggung bunga pinjaman bagi kelompok sasaran seperti petani, nelayan, peternak, dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Kalau masyarakat meminjam melalui program ini, bunga pinjamannya ditanggung pemerintah daerah. Jadi, mereka bisa lebih fokus mengembalikan pokok pinjaman,” tutup Aulia. (Adv/Dd)
