SAJAK.ID – Lima kejuaraan olahraga tingkat Kalimantan Timur akan menjadi panggung bagi atlet Kutai Kartanegara (Kukar) untuk membuktikan kemampuan mereka. Setelah persiapan panjang, pemerintah daerah kini membidik hasil yang lebih tinggi, yakni membawa pulang gelar juara umum.
Sebanyak 2.500 atlet, kontingen, dan pendamping dilepas di Arbizz Space, Tenggarong, Jumat (30/10/2026) malam. Wakil Bupati Kukar Rendi Solihin turut mendampingi bupati yang hadir bersama jajaran pemerintah daerah dan Forkopimda.
Para atlet itu akan mengikuti lima ajang olahraga sepanjang November 2026, yaitu Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII, Porprov IV Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri), Pekan Paralimpik Provinsi (Peparprov) V, Festival Olahraga Rekreasi Daerah (Forda) II, serta Pekan Olahraga Wartawan Daerah (Porwada) Kaltim 2026.
Rendi mengatakan, Kukar memiliki modal dari persiapan yang telah dilakukan sejak jauh hari. Kondisi itu menjadi keuntungan ketika sejumlah daerah harus menyelesaikan berbagai kebutuhan menjelang pertandingan.
Menurut dia, penyelenggaraan lima kejuaraan dalam satu bulan menjadi tantangan tersendiri bagi setiap daerah. Pengadaan perlengkapan, kesiapan atlet, dan kebutuhan pendukung lainnya harus dipenuhi dalam waktu yang berdekatan.
“Kali ini target kita juara umum. Kukar punya keuntungan karena persiapannya sudah dilakukan sejak lama,” kata Rendi.
Ia menilai, selama ini Kukar kerap menempati posisi kedua atau ketiga dalam berbagai kompetisi. Karena itu, kesempatan kali ini ingin dimanfaatkan untuk meningkatkan pencapaian atlet.
Rendi juga memastikan persoalan efisiensi anggaran dan keterlambatan penyaluran dana transfer daerah tidak akan mengubah komitmen pemerintah dalam memberikan bonus kepada atlet berprestasi.
Menurut dia, bonus merupakan bentuk penghargaan atas perjuangan atlet yang membawa nama daerah. Dukungan tersebut tetap menjadi perhatian pemerintah meskipun daerah menghadapi tantangan anggaran.
“Bonus atlet tetap menjadi prioritas. Saya percaya Kukar akan terus menyala dan bersinar di mana-mana,” ujarnya.
Selain membidik prestasi, Rendi menaruh perhatian terhadap dukungan bagi atlet disabilitas. Ia menyebut Kukar telah memiliki fasilitas khusus, termasuk kursi roda dan perlengkapan penunjang lainnya.
Namun, pemerintah daerah masih melihat perlunya perbaikan sekretariat atlet disabilitas yang berada di seberang. Rendi mengatakan, pembenahan fasilitas tersebut kemungkinan dilakukan pada 2027.
Ia menilai, atlet disabilitas Kukar memiliki catatan prestasi yang membanggakan, termasuk capaian di tingkat nasional. Karena itu, dukungan terhadap mereka perlu terus diperkuat.
“Untuk atlet disabilitas, tetap semangat. Bonus memang soal angka, tetapi bagi Kukar, ini juga soal harga diri,” tutupnya. (Adv/Dd)
