SAJAK.ID – Kemarin masyarakat berkumpul, rangkaian acara berlangsung meriah, dan berbagai pelaku usaha ikut mengambil bagian. Kini, Dinas Pariwisata (Dispar) Kutai Kartanegara (Kukar) masih menghitung seberapa besar dampak ekonomi yang dihasilkan Pesta Laut Samboja.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dispar Kukar, Awang Agus Dharmawan, mengatakan kegiatan tersebut berlangsung selama tiga hari yakni 16 sampai 18 Oktober 2026 di Halaman Pasar Kuala Samboja.
Meski memberikan penilaian positif terhadap pelaksanaan acara, ia menyebut evaluasi masih diperlukan untuk mengetahui manfaat yang dihasilkan bagi masyarakat.
“Kalau pelaksanaannya, meriah, mantap. Sekarang tim masih menghitung hasilnya,” ujar Awang.
Ada beberapa hal yang menjadi perhatian dalam evaluasi tersebut. Di antaranya perputaran uang selama kegiatan berlangsung, jumlah pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang terlibat, serta aktivitas ekonomi kreatif selama acara.
Dispar Kukar juga masih menghitung paket kunjungan wisatawan yang berkaitan dengan pelaksanaan Pesta Laut Samboja.
Menurut Awang, penghitungan itu diperlukan untuk mendapatkan gambaran lebih jelas mengenai dampak kegiatan terhadap sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat.
“Kami ingin tahu berapa perputaran uangnya, berapa UMKM yang ikut, dan bagaimana kegiatan ekonomi kreatif bergerak selama acara,” katanya.
Pesta Laut Samboja juga memiliki sisi budaya melalui tradisi melarung, yakni menghanyutkan sesajen ke laut. Berdasarkan pemahaman Awang, tradisi tersebut merupakan ungkapan syukur masyarakat atas hasil tangkapan ikan yang melimpah.
Tradisi itu menjadi bagian dari ekspresi sukacita masyarakat pesisir atas hasil laut yang mereka peroleh.
Bagi Dispar Kukar, evaluasi setelah acara menjadi salah satu cara untuk melihat kegiatan pariwisata dari sisi yang lebih luas, tidak hanya kemeriahan acara, tetapi juga pergerakan usaha dan ekonomi kreatif. (Adv/Dd)
