SAJAK.ID – Pengembangan perkebunan kelapa sawit di Kecamatan Tabang, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), mulai memasuki tahapan persiapan.
Di tengah proses tersebut, keterlibatan masyarakat menjadi salah satu hal yang diperhatikan pemerintah kecamatan.
Camat Tabang, Asmi Riyandi Elvander, mengatakan sejumlah investor telah melakukan sosialisasi terkait rencana penggarapan perkebunan sawit. Proses pembebasan lahan dan penyelarasan data kepemilikan lahan juga mulai berjalan di sejumlah desa.
Menurut dia, tahapan tersebut menjadi bagian dari proses pengembangan investasi yang perlu diselesaikan sebelum perkebunan beroperasi sepenuhnya.
“Sekarang masih ada proses sosialisasi dan pembebasan lahan di beberapa desa,” ujar Elvander, Kamis, 29 Oktober 2026 di Ruang Bappeda Kukar.
Ia mengatakan, pengembangan perkebunan sawit memiliki peluang untuk memperkuat kegiatan ekonomi di Tabang. Namun, investasi tersebut juga perlu memberi ruang bagi masyarakat agar dapat merasakan manfaat dari perkembangan sektor perkebunan.
Salah satu skema yang disiapkan adalah kebun plasma sebesar 20 persen untuk masyarakat. Melalui skema ini, masyarakat diarahkan terlibat dalam pola kerja sama pengembangan perkebunan sesuai ketentuan yang berlaku.
Elvander berharap pelaksanaan kerja sama tersebut berjalan lancar. Baginya, kelancaran pengembangan investasi perlu berjalan beriringan dengan manfaat yang dapat diperoleh masyarakat.
“Harapannya, masyarakat juga bisa mendapat manfaat dari kerja sama ini,” kata Elvander.
Selain sektor perkebunan, Kecamatan Tabang memiliki potensi ekonomi lain, seperti pertanian, peternakan, perhutanan sosial, serta wisata alam dan budaya.
Potensi tersebut menjadi modal bagi Tabang untuk mengembangkan perekonomian wilayah. Sementara itu, investasi perkebunan sawit dapat menjadi salah satu penggerak ekonomi apabila proses pengembangannya berjalan sesuai aturan dan memberikan kontribusi bagi daerah.
Dengan demikian, keberhasilan pengembangan perkebunan tidak hanya dilihat dari luas lahan yang dikelola, tetapi juga dari pelaksanaan kerja sama serta manfaat ekonomi yang dapat dirasakan masyarakat setempat. (Adv/Dd)
