SAJAK.ID – Generasi muda mendominasi daftar pemilih di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dengan komposisi Generasi Z mencapai 30 persen, diikuti Milenial dan Generasi Alpha sebesar 20 persen.
Kondisi ini mendorong Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) setempat menerapkan strategi khusus menjelang Pemilihan Suara Ulang (PSU) pada 19 April 2025.
“Pemilih kita didominasi kelompok muda. Karena itu metodologi yang diberikan beragam. Umumnya pemuda tidak suka yang formal,” ungkap Kepala Badan Kesbangpol Kukar, Rinda Desianti, Rabu (16/4/2024).
Menghadapi tantangan tersebut, Kesbangpol Kukar telah menyiapkan berbagai program pendidikan politik untuk meningkatkan partisipasi pemilih sekaligus mencegah praktik politik uang.
“Kesbangpol sudah memberikan pendidikan politik untuk mencegah money politik. Membangun pemilih yang berintegritas tidak mudah, butuh waktu,” jelasnya.
Rinda menambahkan bahwa pendidikan politik dilaksanakan secara rutin setiap tahun untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila kepada pemilih.
“Kita punya banyak program untuk membangun jiwa yang sesuai dengan ideologi Pancasila,” katanya.
Mengingat waktu pelaksanaan PSU yang semakin dekat, Kesbangpol Kukar mengoptimalkan peran camat, kepala desa, lurah, hingga ketua RT untuk melakukan sosialisasi melalui berbagai media.
“Karena waktunya pendek, adalah mengoptimalkan peran camat, kades, lurah, RT di bawah naungan Kesbangpol untuk menyosialisasikan lewat media dan himbauan,” ujarnya.
Kesbangpol juga melibatkan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dalam mendorong partisipasi pemilih dan menerapkan strategi pengulangan pesan untuk memastikan informasi tersampaikan dengan efektif. “Kita memakai teori iklan untuk mengulang pesan agar masyarakat ke TPS,” tambah Rinda.
“Harapan kita, masyarakat paling tidak tahu bahwa tanggal 19 ada PSU,” pungkasnya. (Adv)
