Ketua DPRD Kukar Ahmad Yani.
SAJAK.ID — Di hadapan mahasiswa baru Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta), Ketua DPRD Kutai Kartanegara (Kukar) Ahmad Yani tidak hanya berbicara soal pendidikan.
Ia membawa satu persoalan lama yang menurutnya harus segera dituntaskan: status aset tanah Pemkab Kukar yang kini ditempati Unikarta.
Persoalan itu disampaikan Ahmad Yani saat menjadi narasumber dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Unikarta, Selasa (25/8/2026).
Menurut Yani, pembangunan Unikarta tidak akan berjalan maksimal apabila persoalan lahan belum memiliki kepastian hukum dan kepemilikan. Karena itu, ia menegaskan DPRD Kukar berkomitmen mengawal penyelesaiannya.
“Ini menjadi komitmen kami. Tinggal dikawal supaya bisa direalisasikan, termasuk penyelesaian aset tanah Pemkab yang ditempati Unikarta saat ini,” kata Yani.
Ia bahkan meminta Bupati Kukar segera mengambil langkah untuk menyelesaikan persoalan tersebut.
Yani menilai Unikarta membutuhkan kepastian aset agar dapat berkembang lebih jauh. Karena itu, menurutnya, tidak boleh ada lagi persoalan yang menggantung.
“Unikarta ini tidak bisa maju dan berkembang kalau urusan lahannya belum clear. Ini harus dibereskan dulu,” ujarnya.
Yani mendorong agar penyelesaian dilakukan dengan cara yang baik dan mengarah pada kepastian kepemilikan aset bagi Unikarta.
“Tidak ada opsi lain, kecuali ini harus diserahkan kepemilikannya kepada Unikarta,” tegasnya.
Ia juga membuka ruang bagi pihak kampus untuk membawa bahan dan dokumen terkait persoalan tersebut ke DPRD Kukar. Menurut Yani, lembaga legislatif siap menjalankan kewenangannya untuk membantu mempercepat proses penyelesaian.
“Kami tunggu support dari kampus. Bawalah bahannya ke DPRD. Dengan tugas kami, tentu akan kami setujui di sana,” katanya.
Yani berharap proses tersebut tidak kembali berlarut. Ia menyebut persoalan Unikarta sebenarnya telah menjadi pembahasan sejak beberapa tahun lalu.
Di hadapan mahasiswa baru, ia ingin memastikan persoalan pembangunan kampus tidak berhenti sebagai wacana. Menurutnya, pendidikan merupakan investasi bagi masa depan pemuda Kukar.
“Pendidikan itu wajib. Kita harus menjadikannya prioritas dan betul-betul menyelesaikannya,” ujarnya.
Pesan itu ia titipkan kepada mahasiswa yang baru memulai perjalanan akademiknya.
Belajar, kata Yani, bukan hanya untuk memperoleh gelar, tetapi untuk menjadi manusia yang sukses dan memberi manfaat bagi masyarakat.
Karena itu, ia meminta mahasiswa tidak mudah mengeluh dan terus membangun semangat untuk belajar.
“Selalu belajar dan mengedepankan pendidikan. Jadilah orang sukses yang bermanfaat bagi masyarakat,” pesannya. (Ard)
