SAJAK.ID – Peningkatan kunjungan wisatawan ke Pantai Tanah Merah membawa peluang bagi masyarakat di Kelurahan Tanjung Harapan, Kecamatan Samboja, Kutai Kartanegara (Kukar).
Ramainya kendaraan yang memasuki kawasan wisata tersebut menjadi salah satu indikator aktivitas wisata yang terus berkembang. Pada Kamis (29/10/2026), Wakil Bupati Kukar Rendi Solihin meninjau langsung perkembangan destinasi tersebut.
Dalam peninjauan itu, Rendi menyoroti pentingnya pengelolaan retribusi yang transparan agar peningkatan pendapatan dapat mendukung perbaikan fasilitas wisata dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
“Pada 2026 ini peningkatannya cukup drastis dan jauh berbeda dibandingkan tahun sebelumnya,” kata Rendi.
Hingga Oktober 2026, retribusi Pantai Tanah Merah, termasuk kawasan Tanjung Harapan, telah terkumpul sekitar Rp749 juta. Capaian itu meningkat berkali-kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.
Namun, menurut Rendi, peningkatan pendapatan harus disertai pembenahan sistem pengelolaan. Pemerintah telah mengubah mekanisme penyetoran retribusi yang sebelumnya dilakukan setiap bulan menjadi setiap hari kerja operasional bank.
Ia menjelaskan, langkah tersebut bertujuan mencegah penumpukan dana di pengelola dan meningkatkan transparansi penerimaan.
Rendi juga menyampaikan apresiasi kepada instansi terkait yang telah membantu memperbaiki tata kelola retribusi di kawasan wisata tersebut.
Baginya, pendapatan dari kunjungan wisatawan tidak boleh berhenti sebagai angka penerimaan daerah. Dana itu harus kembali mendukung pengembangan kawasan wisata, termasuk perbaikan sarana yang menunjang kenyamanan pengunjung.
Di sisi lain, aktivitas wisata juga membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk menjangkau lebih banyak konsumen. Semakin ramai wisatawan yang datang, semakin besar pula kesempatan usaha masyarakat di sekitar kawasan tersebut untuk berkembang.
Karena itu, Rendi ingin pengelolaan transparan dan bebas pungli tidak hanya diterapkan di Pantai Tanah Merah, tetapi juga di destinasi wisata lainnya di Kukar.
“Kami ingin destinasi wisata lain juga mengalami peningkatan. Dengan begitu, ada efek berganda yang bisa dirasakan masyarakat, termasuk pelaku UMKM,” ujarnya.
Ia berharap pembenahan pengelolaan retribusi dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas pelayanan. Dengan sistem yang transparan, pendapatan wisata dapat mendukung perbaikan fasilitas sekaligus memperkuat manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar. (Adv/Dd)
