SAJAK.ID – Ketua DPRD Kutai Kartanegara (Kukar), Ahmad Yani, optimistis pemerintah daerah suatu saat dapat memiliki saham di perusahaan besar yang beroperasi di wilayahnya, termasuk PT Bayan Resources Tbk.
Menurutnya, kepemilikan saham bisa menjadi salah satu peluang untuk memperluas manfaat ekonomi perusahaan bagi daerah.
Ahmad Yani menyampaikan hal tersebut seusai Rapat Paripurna DPRD Kukar dalam rangka memperingati HUT ke-244 Kota Tenggarong, di Ruang Rapat Utama DPRD Kukar, Senin (28/9/2026).
Ia mengakui, kemampuan keuangan pemerintah daerah saat ini masih terbatas untuk membeli saham perusahaan berskala besar. Kondisi serupa juga dihadapi pengusaha lokal yang belum memiliki kekuatan modal setara dengan korporasi besar.
Meski demikian, ia menilai peluang investasi tersebut perlu mulai dipikirkan melalui penguatan kapasitas Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
“Kalau kemampuan BUMD kita sudah kuat, tentu peluang untuk membeli saham perusahaan besar akan semakin terbuka,” ujarnya.
Menurut Ahmad Yani, pemerintah daerah selama ini memiliki peran dalam menciptakan iklim investasi dan menerima manfaat dari aktivitas ekonomi perusahaan. Ke depan, ia berharap daerah juga memiliki kesempatan mengambil bagian dalam kepemilikan usaha.
“Kita harap bukan saja investor, orang per orang, perusahaan atau korporasi, tetapi daerah juga mampu mempunyai saham,” katanya.
Ia menegaskan, peluang tersebut tidak hanya terbatas pada Bayan Group. Perusahaan besar lainnya yang menjalankan kegiatan usaha di Kukar juga perlu menjadi perhatian pemerintah daerah dalam menyusun strategi investasi jangka panjang.
Ahmad Yani menilai, kepemilikan saham dapat menjadi salah satu instrumen untuk memperluas keterlibatan daerah dalam kegiatan ekonomi perusahaan. Namun, realisasinya membutuhkan kesiapan modal dan kemampuan pengelolaan investasi yang memadai.
Karena itu, ia mendorong penguatan BUMD agar mampu mengembangkan kapasitas usaha serta mempertimbangkan peluang investasi yang tersedia.
Menurutnya, apabila daerah memiliki kemampuan investasi yang lebih kuat, peluang untuk memperoleh manfaat ekonomi dari aktivitas perusahaan besar di Kukar dapat semakin terbuka.
Ia berharap, ke depan pembangunan ekonomi Kukar tidak hanya bertumpu pada kehadiran investor, tetapi juga memberi ruang bagi pemerintah daerah untuk berpartisipasi dalam kegiatan usaha yang berlangsung di wilayahnya. (Adv/Sh)
