SAJAK.ID – Menjadi tuan rumah Musabaqah Tilawatil Quran dan Hadis (MTQH) ke-46 tingkat Provinsi Kalimantan Timur bukan hanya soal menyiapkan panggung perlombaan.
Di balik agenda keagamaan tersebut, Kutai Kartanegara (Kukar) masih harus memastikan lokasi kegiatan, jadwal acara, hingga kebutuhan ratusan peserta dari berbagai kabupaten/kota tersusun dengan baik.
Persiapan itu kembali dibahas dalam rapat yang dipimpin Asisten III Bidang Administrasi Umum Setkab Kukar, Dafip Haryanto, di Ruang Rapat Sekda Kukar, Kamis 8 Oktober 2026.
Dari hasil pembahasan, persiapan secara keseluruhan telah mencapai sekitar 80 persen. Meski begitu, sejumlah hal masih harus diselaraskan dengan Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Provinsi Kaltim.
“Yang sudah kita susun ini perlu dikoneksikan lagi dengan hasil koordinasi LPTQ kabupaten/kota dengan LPTQ provinsi. Ada beberapa perubahan yang harus disesuaikan,” ujar Dafip.
Perubahan itu menyentuh sejumlah agenda penting, mulai dari pawai taaruf hingga lokasi dan pelaksanaan pelantikan dewan hakim. Penyesuaian dilakukan agar jadwal yang telah disusun tidak berbenturan dan dapat diinformasikan dengan jelas kepada seluruh pihak yang terlibat.
Rangkaian inti MTQH ke-46 dijadwalkan berlangsung pada 3–11 Desember 2026. Kafilah direncanakan mulai berdatangan pada 2 Desember dan kembali ke daerah masing-masing pada 12 Desember.
Namun, pekerjaan rumah panitia bukan hanya menyangkut jadwal. Salah satu lokasi yang sebelumnya direncanakan untuk kegiatan juga perlu ditinjau kembali karena berkaitan dengan rehabilitasi gedung serbaguna.
Panitia telah menyiapkan alternatif, termasuk kemungkinan menggunakan Pendopo Bupati Kukar. Bagian Umum Setkab Kukar akan berkoordinasi lebih lanjut untuk memastikan lokasi yang paling memungkinkan digunakan.
Di sisi lain, setiap arena lomba juga membutuhkan kesiapan perangkat daerah yang terlibat. Karena itu, LPTQ Kukar berencana mengumpulkan kepala perangkat daerah untuk membahas penunjukan dan kesiapan lokasi pelaksanaan.
Persiapan juga diarahkan pada kebutuhan peserta selama berada di Kukar. Panitia akan menugaskan liaison officer (LO) untuk setiap kafilah agar komunikasi mengenai tempat menginap, konsumsi, kendaraan, dan kebutuhan lainnya bisa dilakukan sejak awal.
“Jadi, kafilah-kafilah nanti sudah bisa berkoordinasi dengan panitia daerah Kabupaten Kutai Kartanegara terkait pemondokan, konsumsi, kendaraan, dan sebagainya,” tutur Dafip.
Sementara itu, maskot kegiatan telah disiapkan secara internal oleh panitia tuan rumah. Penetapannya masih menunggu koordinasi dengan LPTQ Provinsi Kaltim.
Pemkab Kukar menjadwalkan rapat finalisasi kesiapan pada 15 Oktober 2026. Tahapan ini menjadi bagian dari upaya menyelaraskan seluruh persiapan daerah dengan kebutuhan penyelenggaraan di tingkat provinsi.
Panitia kini berfokus merampungkan detail teknis agar penyelenggaraan MTQH tidak hanya siap dari sisi perlombaan, tetapi juga dari sisi pelayanan kepada seluruh kafilah. (Adv/Dd)
